Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 76 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 76 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 328 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَنُوْحًا اِذْ نَادٰى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ ۚ

Wa nūḥan iż nādā min qablu fastajabnā lahū fa najjaināhu wa ahlahū minal-karbil-‘aẓīm(i).

(Ingatlah) Nuh ketika dia berdoa sebelum itu. Kami memperkenankan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya bersama pengikutnya dari bencana yang besar.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 76
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ingat serta jadikanlah pelajaran kisah Nuh, sebelum Ibrahim dan Lut, ketika dia berdoa, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi,” (Lihat Surah Nuh/71: 26) karena mereka menolak beriman kepada Allah. Kami mengabulkan doa-nya, dengan menurunkan hujan dan banjir besar hingga orang-orang kafir itu tenggelam. Lalu Kami menyelamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana, banjir, yang besar, kecuali istri dan seorang anaknya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dengan ayat ini Allah mengingatkan Rasulullah dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Nuh a.s., yang disebut sebagai bapak kedua bagi umat manusia. Jauh sebelum Nabi Muhammad, bahkan sebelum Nabi Ibrahim dan Lut, Nabi Nuh telah diutus Allah sebagai Rasul-Nya. Karena keingkaran kaumnya yang amat sangat, sehingga mereka tidak memperdulikan seruannya kepada agama Allah, akhirnya ia berdoa kepada Tuhan:

وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا ٢٦

Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Nūḥ/71: 26)

Dan doanya lagi:

اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ

“S esungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).” (al-Qamar/54: 10)

Akan tetapi doa-doa tersebut diucapkannya setelah 950 tahun lamanya ia melakukan dakwahnya, namun kaumnya tetap juga ingkar dan tidak memperdulikan seruannya kepada agama Allah.

Menurut riwayat, Nabi Nuh a.s. diutus Allah menjadi Rasul-Nya pada waktu itu ia berusia 40 tahun. Sesudah terjadinya azab Allah berupa angin taufan dan banjir besar Nabi Nuh masih hidup selama 40 tahun. Dengan demikian, maka diperkirakan usianya mencapai ā1050 tahun.

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah Nuh a.s. mengucapkan doa-doa tersebut maka Allah mengabulkannya, yaitu dengan menimpakan banjir yang amat dahsyat, sehingga air laut meluap tinggi dan membinasakan negeri tersebut bersama orang-orang yang tidak beriman.

Adapun Nabi Nuh dan keluarganya kecuali istri dan anaknya yang durhaka, serta kaumnya yang beriman, telah diselamatkan Allah dari malapetaka yang dahsyat itu, yaitu dengan sebuah perahu besar yang dibuat Nabi Nuh sebelum terjadinya banjir atas perintah dan petunjuk Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Khabā’iṡ اَلْخَبَائِث(al- Anbiyā’/21: 74)

Khabā’iṡ merupakan bentuk jamak (plural) dari khabīṡah yang berasal dari kata kerja khabuṡa-yakhbuṡu yang artinya kotor atau buruk, dan ini merupakan antonim dari kata kerja ṭāba-yaṭību yang artinya baik. Dalam kamus, khabīṡah diartikan sebagai sesuatu yang tidak disukai, kotoran (najis), segala sesuatu yang rusak, semua yang haram. Dalam ayat ini yang dimaksud dengan khabā’iṡ adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh umat Nabi Lut, hubungan badan yang dilakukan oleh sesama lelaki. Kebiasaan ini dinilai buruk, karena antara manfaat dan madarat atau antara sisi positif dan negatifnya ternyata sangat lebih besar negatifnya.

2. Al-Karb al-‘Aẓīm اَلْكَرْبِ اْلعَظِيْمِ(al-An biyā’/21: 76)

Al-karb al-‘aẓīm merupakan istilah yang terdiri dari dua kata, yaitu al-karb dan al-‘aẓīm. Yang pertama (al-karb) merupakan bentuk maṣdar (kata benda) dari kata kerja karaba-yakrabu yang artinya menyempitkan atau mengetatkan, menyulitkan, atau memberatkan. Dari sini, al-karb dapat diartikan sebagai kesempitan, kesulitan, atau keberatan. Sedangkan kata kedua (al-‘aẓīm) diartikan sebagai sesuatu yang besar. Dengan demikian, ungkapan al-karb al-‘aẓīm artinya suatu kesulitan yang besar yang sangat membebani, baik fisik maupun psikis seseorang. Dalam ayat ini al-karb al-‘aẓīm diartikan sebagai suatu kesulitan berat yang ditanggung oleh Nabi Nuh yang tidak saja berhadapan dengan kaumnya yang ingkar, tetapi juga berhadapan dengan anaknya yang tidak patuh dan menolak untuk mengikuti ajakannya agar terhindar dari banjir yang melanda.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto