Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 36 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 36 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 325 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِذَا رَاٰكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَتَكُمْۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ

Wa iżā ra'ākal-lażīna kafarū iy yattakhiżūnaka illā huzuwā(n), ahāżal-lażī yażkuru ālihatakum, wa hum biżikrir-raḥmāni hum kāfirūn(a).

Apabila orang-orang yang kufur itu melihat engkau (Nabi Muhammad), mereka hanya menjadikan engkau bahan ejekan. (Mereka mengatakan,) “Inikah orang yang mencela tuhan-tuhanmu?” Padahal, mereka orang yang ingkar mengingat (Allah) Yang Maha Pengasih.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 36
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah menerangkan sikap dan kelakuan orang-orang kafir terhadap Rasulullah. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau, Muhammad, kapan dan di mana saja mereka bertemu, mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. Mereka mengatakan kepada se-samanya, “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu, yang dihormati dan disembah oleh leluhur kita?” Mereka tidak menyadari bahwa sebenar-nya merekalah yang selayaknya menerima ejekan, karena menyembah berhala yang tidak kuasa berbuat apa pun. Sejatinya mereka orang yang ing-kar mengingat Allah Yang Maha Pengasih. Mereka menolak ajakan Rasulullah untuk beriman kepada Allah yang menciptakan mereka dan memberi hidup dan kehidupan ini.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan sikap dan kelakuan orang-orang kafir terhadap Nabi Muhammad, yaitu bahwa setiap kali mereka melihatnya, maka mereka menjadikan Nabi sebagai sasaran olok-olokan dan ejekan mereka, seraya berkata kepada sesama mereka, “Inikah orangnya yang mencela tuhan kamu? Padahal merekalah orang-orang yang ingkar dari mengingat Allah.”

Demikianlah ejekan mereka terhadap Rasulullah. Dan mereka tidak menginsafi bahwa yang sebenarnya merekalah yang selayaknya menerima ejekan, karena mereka menyembah patung-patung dan berhala, yang tidak kuasa berbuat apapun untuk mereka, bahkan tangan mereka sendirilah yang membuat tuhan-tuhan mereka itu sehingga mereka yang menjadi khalik sedang tuhan-tuhan mereka menjadi makhluk yang diciptakan. Dengan demikian, keadaan menjadi terbalik daripada yang semestinya, karena tuhan semestinya sebagai pencipta bukan yang diciptakan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Khuld اَلْخُلْد (al-Anbiyā’/21:34)

Al-Kh uld adalah bentuk maṣdar dari lafal khalada-yakhludu yang berarti kekal dan abadi, tidak mengalami kerusakan dan tetap seperti apa adanya. Orang Arab menyifati sesuatu yang lambat berubah dan rusak dengan sebutan khulūd. Al-Khaldu adalah nama untuk sebuah bagian/organ yang ada pada manusia yang tetap keadaannya. Rajul mukhallad berarti seseorang yang memiliki hidup panjang dan tidak beruban. Lafal khuld dalam Al-Qur’an sering diungkapkan pada sifat surga dan neraka berikut penghuninya berarti bahwa kehidupan di surga dan neraka mengalami kekekalan. “Ulā’ika aṣḥābul jannati hum fīhā khālidūn, Ulā’ika aṣḥābun nāri hum fīhā khālidūn”. Dalam ayat di atas, dijelaskan mengenai bantahan Allah bahwa Dia tidak pernah menjadikan seorang manusia, siapa pun itu, baik Nabi Muhammad atau manusia sebelumnya hidup dalam keabadian. Karena setiap yang berjiwa pasti akan mengalami kematian (al-Anbiyā/21: 35)

2. Huzuwan هُزُوًا (al-Anbiyā’/21:36).

Huzu w berasal dari akar kata haza’a yang berarti bercanda dengan cara sembunyi-sembunyi, (al-Mā’idah/5:58). Kemudian arti ini meluas menjadi ejekan, cemoohan dan olok-olok. Istihzā’ dari Allah pada hakikatnya tidaklah pantas sebagaimana sifat al-lahw dan al-la‘b. Oleh karena itu istihzā’ dari Allah diartikan dengan membalas mereka dengan balasan yang sama. Seperti Allah memberikan jeda kepada orang kafir, kemudian Allah timpakan kepada kaum kafir azab yang pedih. Jeda tersebut disebut dengan istihzā’ atau istidrāj. Ayat ini menerangkan tentang kebiasaan orang-orang kafir ketika melihat orang-orang mukmin, menjadikannya sebagai bahan cemoohan dan olok-olok. Padahal sebenarnya merekalah yang pantas untuk dicemooh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto