Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 15 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 15 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 323 •  Quarter Hizb 33 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَمَا زَالَتْ تِّلْكَ دَعْوٰىهُمْ حَتّٰى جَعَلْنٰهُمْ حَصِيْدًا خٰمِدِيْنَ

Famā zālat tilka da‘wāhum ḥattā ja‘alnāhum ḥaṣīdan khāmidīn(a).

Kemudian, (kalimat) itu selalu menjadi keluhan mereka hingga mereka Kami jadikan seperti tanaman yang telah dituai dan (seperti api yang) padam.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 15
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka demikianlah keluhan mereka. Orang-orang kafir, di akhirat, menyatakan bahwa dirinya celaka dan mengaku dirinya telah berbuat zalim selama hidup di dunia. Pengakuan mereka terus berkepanjangan sehingga mereka, orang-orang yang zalim itu, Kami jadikan hancur lebur seperti tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi seperti kehidupan di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menegaskan bahwa mereka senantiasa mengulangi keluhan yang semacam itu, namun azab Allah telah menimpa dan membinasakan mereka, sehingga jadilah mereka seperti tanaman yang telah dituai, rusak binasa, dan tidak mungkin hidup kembali.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qaṣamnā قَصَمْنَا (al-Anbiyā’/21: 11)

Kata dasarnya adalah qaṣama artinya “memecah,” “menghancurkan”. Dalam al-Anbiyā’/21:11 ini Allah menegaskan bahwa banyak sudah negeri-negeri yang telah Allah hancurkan karena dosa-dosa mereka dan kemudian Allah munculkan setelah itu generasi-generasi baru. Hal itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kafir Quraisy. Mereka tidak akan dihancurkan di dunia ini, dan itu sudah menjadi janji-Nya. Tetapi di akhirat mereka pasti menemukan hukuman Allah.

2. Ḥaṣīdan Khāmidīn حَصِيْدًا خَامِدِيْنَ (al-Anbiyā’/21:15)

ḥa īd terambil dari kata ḥaṣada yang berarti memotong tanaman. Al-ḥiṣād berarti telah datang masa untuk memanen (al-An‘ām/6:141). Sedangkan lafal khāmidīn adalah bentuk jamak dari lafal khāmid yang terambil dari kata khamada berarti padam seperti pernyataan khamadat an-nār (api telah padam). Khamada juga digunakan untuk mengibaratkan sesuatu yang telah mati dan hancur, seperti firman Allah dalam Surah Yāsīn/36 :29 “Fa’iżā hum khāmidūn” (dengan satu teriakan saja, tiba-tiba mereka semuanya mati). Penafsiran lafal ini adalah ketika orang zalim merasakan azab Allah, mereka berlari dengan tergesa-gesa, sambil berucap, “Sungguh celaka kami, sesungguhnya kami termasuk orang-orang zalim.” Tetapi Allah tidak mengindahkan keluh kesah mereka, malah Allah menjadikan mereka seperti tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto