Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 3 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 3 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 151 •  Quarter Hizb 16 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

اِتَّبِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ

Ittabi‘ū mā unzila ilaikum mir rabbikum wa lā tattabi‘ū min dūnihī auliyā'(a), qalīlam mā tażakkarūn(a).

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu ikuti pelindung267) selain Dia. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 3
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ikutilah, wahai kaum muslim, apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dalam hal apa saja. Yakinilah bahwa semuanya akan membawa kebaikan, karena Tuhanmu adalah Zat Yang Maha Penyayang kepada makhluk-Nya. Janganlah kamu ikuti siapa pun selain Dia sebagai pemimpin lalu kamu pasrahkan semua urusanmu kepada mereka dan kamu taati saja seruan mereka, padahal mereka akan mengajakmu kepada jalan kesesatan. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran sehingga kamu tidak kembali ke jalan yang benar. Ayat ini melarang seorang mengikuti ajakan orang lain dalam urusan agama yang tidak datang dari Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini ada perintah agar orang-orang mukmin mengikuti apa yang telah diturunkan kepada Muhammad oleh Allah yang menguasai dan mengatur segala gerak-gerik mereka, baik perintah itu menyuruh untuk mengerjakan sesuatu, maupun melarang mengerjakan sesuatu, karena apa yang telah diperintahkan-Nya mengandung kebaikan, kebenaran, kesejahteraan dan kebahagiaan. Dan, janganlah sekali-kali mereka mengikuti ajaran-ajaran selain dari ajaran Allah, begitu pula ajakan-ajakan yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan-Nya, karena yang demikian itu membahayakan mereka dan akan membawa pengikut-pengikutnya ke jalan yang sesat dan merusak akidah/akhlaknya dan sebagainya. Sekalipun hal-hal tersebut di atas telah menjadi kenyataan, dan disaksikan oleh mata kepala sendiri, tidaklah banyak orang yang menyadarinya, mengambil pelajaran dan iktibar daripadanya, bahkan ia tetap mengikuti keinginan nafsunya, dan ajakan setan yang dipertuannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṣadruka صَدْرُكَ (al-A‘rāf/7: 2)

Kata ṣadr adalah maṣdar dari kata ṣadara – yaṣduru – ṣadran yang berarti muncul. Bentuk jamaknya adalah ṣudūr. Akar makna ṣadr adalah bagian paling atas atau paling pertama dari setiap sesuatu. Karena itu, orang Arab biasa mengatakan ṣadrul-lail yang berarti awal malam. Setiap sesuatu yang berhadapan dengan anda juga disebut ṣadr. Karena itulah dada manusia disebut kata ṣadr, karena dada-lah yang berhadapan dengan orang lain saat ia berjumpa.

2. Tażakkarūn تَذَكَّرُوْنَ (al-A‘rāf/7: 3)

Kata tażakkarūn adalah fi’il muḍari’ dari kata tażakkur. Akar katanya adalah ذ- ك- ر yang berarti mengalirnya sesuatu di lidah, atau lawan dari kata lupa. Makna tażakkara berkisar antara mengingat-ingat dan mengambil pelajaran. Kata tażakkara berikut derivasinya banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dengan makna yang berkisar pada dua makna tersebut. Di antaranya adalah firman Allah, “Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).” (Gāfir/40: 13)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto