قَالَ يٰقَوْمِ لَيْسَ بِيْ ضَلٰلَةٌ وَّلٰكِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Qāla yā qaumi laisa bī ḍalālatuw wa lākinnī rasūlum mir rabbil-‘ālamīn(a).
Dia (Nuh) menjawab, “Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan semesta alam.
Dia, Nabi Nuh, menjawab tuduhan dan penolakan kaumnya, “Wahai kaumku! Aku menyuruhmu mengesakan Allah dan tidak menyembah tuhan selain Dia. Aku tidak sesat seperti dugaanmu, tetapi aku ini seorang rasul yang diutus dari Tuhan Pencipta dan Penguasa seluruh alam.”
Ayat ini menerangkan penolakan Nabi Nuh terhadap tuduhan kaumnya dengan menegaskan bahwa dia sekali-kali tidak berada dalam kesesatan, karena ia sebenarnya adalah utusan Allah dan yang diserukannya itu bukanlah timbul dari pikirannya semata yang mungkin didorong oleh kepentingan pribadi. Tetapi apa yang dikemukakan itu adalah wahyu Allah yang pasti kebenarannya, karena itu harus disampaikan kepada mereka agar mereka dapat mencapai kebahagiaan dan terhindar dari kebinasaan akibat mempersekutukan Allah.
1. al-Mala’ الَمَلَأ (al-A‘rāf/7: 62)
Artinya pemuka-pemuka satu kaum atau kelompok masyarakat. Akar kata (م- ل- ء) berarti penuh. Pemuka kaum dinamakan mala’ karena mereka bisa memenuhi mata dan hati masyarakat umum karena kedudukan dan pengaruh mereka, atau karena mereka penuh dengan hal-hal yang dibutuhkan kaumnya. Terkadang kata ini digunakan juga untuk kelompok masyarakat tertentu bukan pemimpin-pemimpin mereka saja. Sebutan al-mala’ al-a’la untuk para Malaikat yang sangat dekat dengan Allah atau Malaikat secara umum.
2. Anṣaḥu اَنْصَحُ(al-A‘rāf /7: 62)
Artinya aku memberi nasihat. Akar kata yang terdiri dari (ن- ص- ح) artinya berkisar pada arti menyerasikan dua hal dan memperbaikinya, atau usaha secara sungguh-sungguh disertai dengan ketulusan, melakukan hal yang semestinya dan seyogyanya dilakukan oleh yang dinasihati dan keinginan untuk memperbaikinya. Seorang penjahit dinamakan al-naṣiḥ karena dia berusaha agar jahitannya serasi sehingga kelihatan baik. Orang yang menasihati orang lain berarti dia berharap agar orang lain tersebut mendapatkan kebaikan dan terhidar dari keburukan. Menasihati diri sendiri berarti menjauhkan diri dari hal yang merugikan baik di dunia maupun akhirat. Nasihat kepada Allah berarti menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Nasihat kepada Nabi berarti membenarkannya, meniru akhlaknya, menerapkan ajarannya.








































