Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 39 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 39 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 363 •  Quarter Hizb 37 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ الْاَمْثَالَۖ وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيْرًا

Wa kullan ḍarabnā lahul-amṡāl(a), wa kullan tabbarnā tatbīrā(n).

Masing-masing telah Kami berikan kepadanya perumpamaan-perumpamaan (nasib umat terdahulu) dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.

Makna Surat Al-Furqan Ayat 39
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan bagi yang lain. Kami telah jelaskan kepada mereka akan kebenaran para rasul Kami dengan dalil yang sangat jelas dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya dengan cara Kami sendiri, baik dengan air bah, angin kencang yang panas, hujan batu, suara yang menggelegar, bumi yang ambles, penjungkirbalikan bumi, dan lain sebagainya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan agar kisah umat dahulu itu diceritakan nabi kepada kaum musyrikin sebagai tamsil atau ibarat, dan menjelaskan kepada mereka dalil-dalil keesaan Allah. Akan tetapi, ternyata mereka terus-menerus mendustakan dan mengingkarinya sehingga Allah membinasakan mereka sampai hancur-lebur. Allah lalu memerintahkan kepada Muhammad agar mengingatkan orang-orang musyrik Mekah agar mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa itu. Tempat-tempat kaum yang telah dibinasakan itu selalu mereka lalui ketika dalam perjalanan dagangnya, yaitu bekas-bekas kawasan kaum Lut dan Samud ketika mereka pergi ke Syam, dan bekas kawasan kaum ‘Ād (Aḥqāf) yang mereka lewati ketika pergi menuju Yaman.

Isi Kandungan Kosakata

Tabbarnā Tatbīran تَبَّرْنَا تَتْبِيْرًا (al-Furqān/25: 39)

Akar katanya adalah tabara, artinya “menghancurkan sampai lumat sehancur-hancurnya” (ihlāk). Dalam Surah al-Furqān/25: 39 dinyatakan, “Wa kullan ḍarabnā lahul-amṡāl wa kullan tabbarnā tatbīrā (Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya). Maksudnya, kepada umat-umat yang disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya itu, yaitu umat-umat Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, dan Nabi Syuaib, Allah telah menjelaskan bukti-bukti bahwa Ia ada dan Mahakuasa, tetapi mereka tidak mempercayainya dan mematuhinya. Oleh karena itu, Allah menghancurkannya sehancur-hancurnya sampai lumat, sehingga tidak bersisa lagi. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya jadi pelajaran bagi kaum Quraisy dan siapa saja sesudahnya agar mereka beriman.

Juga terdapat bentuk-bentuk lain dari kata itu. Misalnya kata mutabbar dalam Surah al-A‘rāf/7: 139, Innā hā’ulā’i mutabbarun mā hum fīh (Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya). Mutabbar adalah ism maf’ūl dari kata tabbara. Ayat itu mengisahkan Bani Israil setelah lepas dari kejaran Fir‘aun. Mereka melewati satu komunitas yang menyembah berhala. Maka Bani Israil meminta agar bagi mereka dibuatkan pula tuhan yang dapat dilihat secara jelas seperti itu. Nabi Musa menjelaskan bahwa apa saja yang disembah selain Allah akan hancur lebur, dan yang akan kuasa hanyalah Allah. Juga terdapat bentuk maṣdarnya, yaitu kata tabār dalam Nūh/71: 28, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā (Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran). Itu adalah ucapan Nabi Nuh berkenaan kaumnya yang tidak mau beriman, yaitu bahwa mereka hancur lebur ditelan air bah amat besar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto