Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 38 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 38 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 363 •  Quarter Hizb 37 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَعَادًا وَّثَمُوْدَا۟ وَاَصْحٰبَ الرَّسِّ وَقُرُوْنًاۢ بَيْنَ ذٰلِكَ كَثِيْرًا

Wa ‘ādaw wa ṡamūda wa aṣḥābar-rassi wa qurūnam baina żālika kaṡīrā(n).

(Kami telah membinasakan) kaum ‘Ad, Samud, penduduk Rass,532) dan banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.

Makna Surat Al-Furqan Ayat 38
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan telah Kami binasakan kaum ‘Ad yaitu kaumnya nabi Hud di kawasan Yaman, kaum Samud yaitu kaum Nabi Saleh di Mada’in dan penduduk Rass yaitu penduduk sumur tempat seorang nabi di buang di dalamnya, atau pengikut Nabi Isa yang dimasukkan ke dalam parit lalu dibakar oleh raja yang musyrik serta banyak lagi generasi di antara kaum-kaum itu yang telah dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah membinasakan kaum ‘Ād, kaum Nabi Hud, dengan angin yang bertiup dengan kekuatan yang sangat besar dan sangat dingin, membinasakan kaum Samud, kaum Nabi Saleh, dengan suara keras yang menggelegar, dan juga membinasakan penduduk Rass yang ada di negeri Yamamah yang telah membunuh nabi. Nasib yang sama juga telah menimpa generasi-generasi berikutnya akibat pembangkangan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Tabbarnā Tatbīran تَبَّرْنَا تَتْبِيْرًا (al-Furqān/25: 39)

Akar katanya adalah tabara, artinya “menghancurkan sampai lumat sehancur-hancurnya” (ihlāk). Dalam Surah al-Furqān/25: 39 dinyatakan, “Wa kullan ḍarabnā lahul-amṡāl wa kullan tabbarnā tatbīrā (Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya). Maksudnya, kepada umat-umat yang disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya itu, yaitu umat-umat Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, dan Nabi Syuaib, Allah telah menjelaskan bukti-bukti bahwa Ia ada dan Mahakuasa, tetapi mereka tidak mempercayainya dan mematuhinya. Oleh karena itu, Allah menghancurkannya sehancur-hancurnya sampai lumat, sehingga tidak bersisa lagi. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya jadi pelajaran bagi kaum Quraisy dan siapa saja sesudahnya agar mereka beriman.

Juga terdapat bentuk-bentuk lain dari kata itu. Misalnya kata mutabbar dalam Surah al-A‘rāf/7: 139, Innā hā’ulā’i mutabbarun mā hum fīh (Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya). Mutabbar adalah ism maf’ūl dari kata tabbara. Ayat itu mengisahkan Bani Israil setelah lepas dari kejaran Fir‘aun. Mereka melewati satu komunitas yang menyembah berhala. Maka Bani Israil meminta agar bagi mereka dibuatkan pula tuhan yang dapat dilihat secara jelas seperti itu. Nabi Musa menjelaskan bahwa apa saja yang disembah selain Allah akan hancur lebur, dan yang akan kuasa hanyalah Allah. Juga terdapat bentuk maṣdarnya, yaitu kata tabār dalam Nūh/71: 28, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā (Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran). Itu adalah ucapan Nabi Nuh berkenaan kaumnya yang tidak mau beriman, yaitu bahwa mereka hancur lebur ditelan air bah amat besar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto