فَقَدْ كَذَّبُوْكُمْ بِمَا تَقُوْلُوْنَۙ فَمَا تَسْتَطِيْعُوْنَ صَرْفًا وَّلَا نَصْرًاۚ وَمَنْ يَّظْلِمْ مِّنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيْرًا
Faqad każżabūkum bimā taqūlūn(a), famā tastaṭī‘ūna ṣarfaw wa lā naṣrā(n), wa may yaẓlim minkum nużiqhu ‘ażāban kabīrā(n).
Sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan. Maka, kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu). Siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami menimpakan kepadanya azab yang besar.
Allah menegaskan kepada kaum musyrik yang berdalih bahwa kesesatan mereka disebabkan oleh ajakan dan tipu daya sesembahan me-reka, Maka sungguh kamu telah berbohong! Tuhan-tuhan yang kamu sembah itu telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak azab akibat perbuatan kamu sendiri, dan tidak dapat pula menolong dirimu. Dan barang siapa di antara kamu berbuat zalim, utamanya syirik, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.
Allah mengarahkan firman-Nya kepada orang-orang musyrik itu. Kamu telah mendengar sendiri jawaban orang-orang yang kamu sembah itu. Nyatalah sekarang bahwa bukan mereka yang menyesatkan kamu, mereka tidak pernah menyuruh kamu supaya menyembah mereka. Jadi kamu sendirilah yang mengada-adakan sembahan selain Aku. Sekarang kamu sekali-kali tidak akan dapat lepas dari siksaan-Ku dan tak ada seorang jua pun yang dapat memberikan pertolongan kepadamu. Kamu telah menganiaya dirimu sendiri dengan membuat-buat sembahan selain Aku, dan nasib orang-orang yang menganiaya dirinya dengan menyembah selain Aku, pasti akan Aku masukkan ke dalam siksaan yang pedih dan berat.
1. Būrā بُوْرًا (al-Furqān/25: 18)
Akar kata yang terdiri dari (ب – و- ر) mempunyai dua arti. Pertama, rusaknya sesuatu karena sudah tidak berguna lagi. Al-Bawar artinya kerusakan. Al-Baur adalah tanah yang sudah mati. Al-Būr juga berarti lelaki yang sudah rusak yang tidak ada kebaikannya lagi. Inilah yang dimaksud oleh ayat ini. Qauman būrā artinya kaum yang rusak. Kehinaan dan kenistaan telah menyelimuti mereka. Kedua, cobaan atau ujian. Kata al-būr bisa digunakan untuk seorang, banyak perempuan atau banyak lelaki.
2. Ṣarfan walā Naṣrā صَرْفًا وَلَا نَصْراً (al-Furqān/25:18)
Ṣarf merupakan bentuk masdar dari “ṣarafa” ( صرف ). Akar katanya (ص- ر- ف) mempunyai arti mengembalikan sesuatu. Aṣ-Ṣarf ialah mengembalikan sesuatu dari satu keadaan kepada keadaan yang lain atau menggantinya dengan yang lain. Aṣ-Ṣairafi ialah penukar mata uang, karena dia pekerjaannya menukar satu mata uang dengan mata uang lainnya. Dari pengertian ini arti ayat ini ialah bahwa mereka tidak akan mampu membelokkan atau menolak siksaan dari diri mereka sendiri. Atau membelokkan diri mereka dari siksaan. Naṣrā artinya pertolongan. Maksudnya mereka tidak akan mampu menolong baik untuk dirinya sendiri apalagi untuk orang lain.















































