Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 66 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 66 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 340 •  Quarter Hizb 34.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَكَفُوْرٌ

Wa huwal-lażī aḥyākum, ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum, innal-insāna lakafūr(un).

Dialah yang menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu kembali (pada hari kebangkitan). Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat kufur.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 66
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah tidak hanya menjadikan alam sebagai fasilitas bagi hidup dan kehidupan manusia dan menahan benda-benda langit agar tidak berjatuhan, tetapi juga menegaskan, “Dan Dia-lah yang menghidupkan kamu dengan meniupkan roh ke dalam dirimu, ketika kamu masih berupa janin, lalu kamu tumbuh dan berkembang; kemudian mematikan kamu dengan mencabut roh dari diri kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali dalam kehidupan baru pada hari kebangkitan. Sungguh, manusia itu sangat kufur dan menutup diri dari nikmat Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Di antara nikmat Allah yang paling besar yang dianugerahkan kepada manusia ialah menciptakan manusia hidup dari benda-benda mati, memberi roh, jiwa, akal pikiran dan perasaan, sehingga manusia dapat hidup dan menikmati kehidupan, dapat mengolah bumi untuk kesenangan mereka. Dengan jiwa, akal pikiran dan perasaan itu pula, manusia dapat melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan--larangan-Nya, sehingga di akhirat mereka dilimpahkan lagi nikmat yang paling besar yang tiada taranya, yaitu berupa surga yang telah dijanjikan-Nya.

Sekalipun demikian banyaknya nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada manusia, tetapi sedikit manusia yang mensyukuri-Nya, bahkan banyak di antara mereka yang mengingkari-Nya, bahkan ada yang mendurhakai dan menyekutukan-Nya dengan makhluk yang lain. Allah berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ٢٨

Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Baqarah/2: 28)

Dan firman Allah:

قُلِ اللّٰهُ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَارَيْبَ فِيْهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ࣖ ٢٦

Katakanlah, ”Allah yang menghidupkan kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (al-Jāṡiyah/45: 26)

Isi Kandungan Kosakata

1. Mukhḍarrah مُخْضَرَّةً (al-Ḥajj/22: 63)

Artinya bumi menjadi hijau. Bumi yang tadinya kering kerontang setelah turun hujan berubah menjadi hijau karena banyaknya tanaman yang tumbuh. Ini menunjukkan kesuburan tanah tersebut yang akan mendatangkan kebaikan bagi penduduk negeri. Semuanya itu semata mata karena karunia Allah. Allah kuasa untuk menghidupkan sesuatu yang mati dan sebaliknya. Inilah tanda-tanda alam yang sengaja Allah memperlihatkannya kepada manusia agar mereka sadar dan kembali kepada Allah.

2. Laṭīf- Khabīr لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ(al-Ḥajj/2 2:63)

Laṭīf akar katanya (ل- ط - ف) menunjukkan arti lembut, halus, pelan atau kecil. Jika dikaitkan dengan benda maka pengertian “laṭīf” adalah benda yang ringan, lawan dari ṡaqil (berat). Jika dikaitkan dengan gerakan maka artinya adalah gerakan yang ringan, lembut (al-ḥarakah al-khafīfah) atau juga mengerjakan pekerjaan yang rumit atau yang kecil-kecil. Dalam pengertian ini Allah mempunyai sifat yang semacam ini. Atau Allah mempunyai sifat lembut kepada hambanya dalam mengarahkannya untuk mendapat hidayah.

Kata “khabīr” akar katanya adalah (خ- ب - ر) yang mempunyai dua arti. Pertama, pengetahuan. Kedua, halus. Dari pengertian pertama ini Allah mempunyai pengetahuan terhadap sesuatu sampai yang sekecil-kecilnya dan segala beluk beluknya (bawaṭin al-umur), termasuk didalamnya menentukan kemaslahatan setiap hamba-Nya. Pada masa kini laboratorium disebut juga dengan “mukhtabar” karena bisa mengetahui benda-benda yang kecil.

Dari dua kata tersebut (laṭīf- khabīr) sebagian ulama mengatakan bahwa Allah Mahahalus/lembut dalam memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui terhadap apa yang ada dalam hati mereka. Bisa juga berarti bahwa Allah Mahahalus dalam mengeluarkan tanaman dari bumi sebagai rezeki kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui terhadap apa yang ada dalam hati mereka, jika hujan terlambat datang.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto