Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 8 - Surat Al-Ḥijr (Hijr)
الحجر
Ayat 8 / 99 •  Surat 15 / 114 •  Halaman 262 •  Quarter Hizb 27 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

مَا نُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوْٓا اِذًا مُّنْظَرِيْنَ

Mā nunazzilul-malā'ikata illā bil-ḥaqqi wa mā kānū iżam munẓarīn(a).

Kami tidak menurunkan malaikat, kecuali dengan kebenaran. (Jika orang-orang kafir itu mengingkarinya,) mereka tidak diberi penangguhan (dari azab Allah).

Makna Surat Al-Hijr Ayat 8
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Menjawab permintaan kaum kafir tersebut, Allah berfirman, “Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran, yaitu sesuatu yang pasti dari Allah, seperti wahyu, azab bagi pendurhaka, dan keselamatan bagi penaat, dan mereka ketika para malaikat itu diturunkan untuk membawa azab, tidak diberikan penangguhan sedikit pun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjawab olok-olok dan ejekan orang musyrik Mekah itu dengan ayat ini, bahwa Dia tidak akan menurunkan malaikat karena tidak ada hikmah dan faedahnya. Hal tersebut berarti seandainya pun Allah swt menurunkan para malaikat dari langit dan mengangkatnya sebagai rasul yang menyampaikan agama-Nya, hal itu tidak ada manfaatnya dan tidak akan dapat meyakinkan serta meluruskan akidah orang musyrik itu. Sebagaimana diketahui bahwa malaikat adalah makhluk yang gaib dan halus sehingga mata manusia tidak akan sanggup melihatnya. Seandainya Allah swt menghendaki dan menjadikan malaikat itu berbentuk manusia, sehingga mata manusia dapat melihatnya, kemudian Allah mengutusnya sebagai nabi dan rasul kepada mereka, malaikat itu makan dan minum seperti mereka, berjalan dan bergaul bersama mereka, maka akan timbul pula dalam pikiran mereka bahwa malaikat yang diberi tugas sebagai seorang rasul itu adalah manusia juga seperti mereka, bukan malaikat. Artinya, keraguan dalam diri mereka akan terus ada. Hal ini diterangkan dalam firman Allah swt:

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنٰهُ رَجُلًا وَّلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَّا يَلْبِسُوْنَ ٩

Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. (al-An‘ām/6: 9)

Dari sikap dan cara mereka seperti yang dikemukakan dalam firman Allah di atas, terbuktilah bahwa sebenarnya hati mereka telah tertutup menerima kebenaran. Bukti apa pun yang dikemukakan kepada mereka, mereka tetap tidak akan beriman, Allah swt berfirman:

وَلَوْ اَنَّنَا نَزَّلْنَآ اِلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَة َ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْٓا اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ ١١١

Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An‘ām/6: 111).

Karena sikap mereka yang demikian itu, maka Allah memberikan peringatan keras kepada mereka bahwa jika ada malaikat yang diturunkan, maka itu merupakan tanda bahwa mereka akan ditimpa malapetaka yang besar, dan dihancurleburkan sehingga riwayat mereka akan berakhir. Ketentuan ini sesuai dengan sunatullah yang telah berlaku bagi umat-umat terdahulu yang telah memperolok-olokkan para rasul Allah yang telah diutus kepada mereka. Sebelum azab ditimpakan, diutuslah kepada mereka malaikat, seperti yang pernah terjadi pada kaum Lūṭ, sebagaimana firman Allah swt:

قَالُوْا يٰلُوْطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَّصِلُوْٓا اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلَّا امْرَاَتَكَۗ اِنَّهٗ مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ ۗاِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۗ اَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيْبٍ ٨١

Mereka (para malaikat) berkata, ”Wahai Luṭ! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksa) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksa kepada mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (Hūd/11: 81)

Mujahid dalam penafsiran ayat ini mengatakan bahwa Allah menurunkan malaikat hanya sebagai rasul Allah, tanda datangnya azab, atau pembawa azab Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Lamajnūn لَمَجْنُوْنٌ (al-Ḥijr/15: 6)

Terambil dari kata janna, yaitu menutup sesuatu sehingga tidak terpantau, tidak diketahui lagi. Dari kata itu terambil kata jinn yaitu makhluk yang tertutup bagi manusia sehingga manusia tidak merasakan atau mengetahuinya. Majnūn adalah orang yang tertutup akalnya sehingga tidak merasakan dan menyadari perbuatannya. Hal itu bisa juga disebabkan oleh jin. Terjemahannya adalah “gila”.

Dalam Al-Qur’an, kata itu terulang sebelas kali, dan yang dimaksudkan adalah para nabi. Mereka, sebagaimana diinformasikan dalam Surah aż-Żāriyāt/51: 52, bila tidak dituduh tukang sihir, dituduh gila oleh umatnya. Nabi Muhammad sering dituduh demikian oleh kafir Quraisy, sekaligus dituduh sebagai seorang yang pernah diajar orang lain (ad-Dukhān/44: 14) dan seorang dukun (aṭ-Ṭūr/52: 29). Padahal Nabi Muhammad itu sudah terbukti manusia agung. Dia tidak pernah memperoleh pengajaran dari orang lain, atau memperolehnya dari membaca, karena beliau buta huruf. Beliau memperoleh semuanya dari wahyu Allah.

Dalam Surah aż-Żāriyāt/51: 39, Fir‘aun menuduh Nabi Musa tukang sihir atau gila, padahal terbukti kemudian bahwa beliau adalah pemimpin dan nabi. Nabi Nuh juga mendapat perlakuan demikian, bahkan kemudian beliau dibentak dan diancam agar tidak melakukan dakwah lagi (al-Qamar/54: 9). Adapun lamajnūn, la yang ditambahkan pada awal kata itu bermakna “sungguh-sungguh”. Yang dimaksud sungguh-sungguh gila oleh orang-orang kafir Quraisy adalah Nabi Muhammad (al-Ḥijr/15: 6) dan Nabi Musa oleh Fir‘aun (asy-Syu’arā’/26: 27).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto