Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 14 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 14 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 283 •  Quarter Hizb 29 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

اِقْرَأْ كِتٰبَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ

Iqra' kitābak(a), kafā binafsikal-yauma ‘alaika ḥasībā(n).

(Dikatakan,) “Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu pada hari ini sebagai penghitung atas (amal) dirimu.”

Makna Surat Al-Isra' Ayat 14
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada saat itu akan dinyatakan kepadanya, “Bacalah kitabmu yang terbuka di hadapanmu dan cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu yang menghitung dan menilai perbuatanmu di dunia. Kamu tidak dapat mengingkari perbuatanmu karena semuanya telah ditampakkan dengan nyata di dalam kitabmu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat, manusia tidak dapat memungkiri catatan-catatan itu, karena pencatatnya adalah para malaikat yang memang ditunjuk oleh Allah, yang pekerjaannya khusus mencatat amal perbuatan manusia. Itulah sebabnya maka Allah swt menegaskan di akhir ayat bahwa cukuplah pada hari itu diri mereka sendiri sebagai penghisab amal perbuatan mereka. Maksudnya semua catatan yang termuat dalam kitab itu cukup akurat sebagai bukti karena apa yang tercatat dalam kitab itu merupakan rekaman dari amal perbuatan mereka. Seolah-olah mereka sendirilah yang membuat catatan-catatan itu. Firman Allah:

وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْن َ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا ࣖ ٤٩ (الكهف)

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, ”Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)

Dengan demikian, tidak perlu adanya bukti-bukti lain sebagai penguat karena semua catatan yang tergores dalam kitab itu menjadi bukti yang sangat meyakinkan, sehingga tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi.

Isi Kandungan Kosakata

Wāzirah وَازِرَةٌ (al-Isrā’/17: 15)

Kata wāzirah terambil dari kata wizr, yang mulanya berarti berat. Dari makna ini lahir makna baru yaitu dosa. Dosa dikatakan sebagai berat karena hal ini akan membebani manusia kelak di hari kemudian, atau di akhirat. Dari kata wāzirah juga muncul kata wazīr, yang artinya menteri. Jabatan ini dianggap berat karena menteri itu merupakan pejabat yang mengemban tugas berat dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dinilai berat karena si pejabat atau menteri (wazir) itu harus bertanggung jawab pada atasan yang telah menunjuknya dan juga kepada rakyat, serta yang terberat sebenarnya adalah bertanggung jawab pada diri sendiri dan kepada Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto