Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 9 - Surat Al-Jāṡiyah (Berlutut)
الجاثية
Ayat 9 / 37 •  Surat 45 / 114 •  Halaman 499 •  Quarter Hizb 50.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَاِذَا عَلِمَ مِنْ اٰيٰتِنَا شَيْـًٔا ۨاتَّخَذَهَا هُزُوًاۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌۗ

Wa iżā ‘alima min āyātinā syai'anittakhażahā huzuwā(n), ulā'ika lahum ‘ażābum muhīn(un).

Apabila dia mengetahui sesuatu tentang ayat-ayat Kami, dia menjadikannya bahan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan.

Makna Surat Al-Jasiyah Ayat 9
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan apabila dia telah mengetahui dengan cara apa pun sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka dia menjadikannya sebagai bahan olok-olokan. Merekalah, yaitu para pembohong dan pendosa itu, yang akan menerima azab yang menghinakan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan sikap yang lain dari orang musyrik Mekah sewaktu mendengar ayat-ayat Al-Qur’an disampaikan kepada mereka. Apabila ada di antara kawan-kawan mereka yang menyampaikan berita tentang ayat-ayat Al-Qur’an, mereka pun memperolok-olok ayat-ayat itu.

Diriwayatkan bahwa ketika Abu Jahal mendengar firman Allah:

اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ ٤٣ طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ ٤٤

Sungguh pohon zaqqūm itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhān/44: 43-44)

Ia meminta kurma dan keju, seraya berkata kepada kawan-kawannya, “Makanlah buah zaqqūm ini, yang diancamkan Muhammad saw kepadamu itu tidak lain adalah makanan yang manisnya seperti madu.” Dan ketika ia mendengar firman Allah:

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ ٣٠

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (al-Muddaṡṡir/74: 30)

Abu Jahal berkata, “Kalau penjaganya hanya sembilan belas, maka saya sendiri akan melemparkan mereka itu.” Banyak lagi cara-cara dan sikap lain yang bernada menghina dari orang-orang kafir Mekah pada waktu mereka mendengar bacaan Al-Qur’an. Bahkan Abu Jahal menantang sebagaimana yang diterangkan Al-Qur’an:

وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ ٣٢

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (al-Anfāl/8: 32)

Karena mereka selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya, maka dalam ayat ini Allah menegaskan balasan yang akan mereka terima nanti di akhirat. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang menghinakan dan menyiksa mereka sebagai balasan dari sikap dan perbuatan mereka itu.

Isi Kandungan Kosakata

Affākin Aṡīm اَفَّاكٍ اَثِيْم (al-Jāṡiyah/45: 7)

Affākin aṡīm artinya “pendusta yang bergelimang dosa.” Affāk adalah ṣīgah mubālagah bentuk kata dalam bahasa Arab yang mengandung makna “sangat”, dari afaka artinya “menyimpang dari yang benar kepada yang salah”, yang diterjemahkan “berbuat menyimpang/dosa.” Terdapat dalam Surah aż-Żāriyāt/51: 9: yu'faku ‘anhu man ufik yang artinya,” Disimpangkan dari (kebenaran) siapa yang disimpangkan.” Ifkun adalah perbuatan menyimpang atau dosa. Affākun artinya “orang yang sangat banyak melakukan perbuatan menyimpang” dari ketentuan agama. Dan al-mu’tafikāt adalah perbuatan menyimpang atau dosa yang dibuat-buat.

Al-Aṡīm adalah “orang yang bergelimang dosa”. Āṡim adalah “orang yang berdosa”, tetapi dosanya tidak sebanyak dosa al-aṡīm. Affāk aṡīm adalah orang yang sangat banyak melanggar ketentuan agama dan sangat banyak melakukan perbuatan dosa.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto