Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Al-Mā'idah (Hidangan)
الماۤئدة
Ayat 24 / 120 •  Surat 5 / 114 •  Halaman 112 •  Quarter Hizb 11.75 •  Juz 6 •  Manzil 2 • Madaniyah

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ

Qālū yā mūsā innā lan nadkhulahā abadam mā dāmū fīhā, fażhab anta wa rabbuka fa qātilā innā hāhunā qā‘idūn(a).

Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.”

Makna Surat Al-Ma'idah Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah orang-orang Yahudi menolak perintah dua utusan Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune, mereka berkata, “Wahai Musa! Meski engkau menyuruh kami untuk masuk ke Kana’an yang merupakan daerah orang Palestina, sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka, yaitu penduduknya yang merupakan orang-orang kuat lagi besar, masih ada di dalamnya. Karena itu, lebih baik pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan kemudian berperanglah kamu berdua untuk mengalahkan mereka. Sementara kalian berperang, biarlah kami tetap berada dan menanti di sini saja sambil menunggu hasil dari perjuanganmu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Anjuran dua orang utusan itu tidak dapat mempengaruhi kaumnya dan tidak mengubah semangat mereka. Oleh karena itu setelah anjuran itu, mereka mengulangi ucapan mereka kepada Nabi Musa bahwa mereka selamanya tidak akan masuk Kanaan selama kaum raksasa dan angkuh penduduk negeri itu masih berada di sana. Mereka menandaskan bahwa jika Nabi Musa tetap berkehendak akan memasuki tanah Kanaan, maka biar Nabi Musa sajalah bersama bantuan Tuhan yang akan memerangi kaum itu, sedangkan mereka tetap membangkang tidak mengikuti Musa memasuki Kanaan. Jawaban mereka ini menunjukkan kedangkalan pikiran dan kekerdilan mereka. Memang mula-mula mereka telah menyembah Allah mengikuti Nabi Musa, kemudian mereka berusaha menyembah anak sapi mengikuti ajakan Samiri. Memang kaum Yahudi itu biasa membangkang terhadap Nabinya, malah kadang-kadang membunuhnya.

Isi Kandungan Kosakata

Al-Jabbār اَلْجَبَّارْ (al-Mā’idah/5: 22)

Al-jabbār terambil dari kata al-jabr artinya “yang kuat”, “yang suka memaksa”, karena orang yang kuat selalu memaksa orang lain untuk melakukan apa yang diinginkannya. Sedangkan al-jabbār adalah “orang-orang yang bersifat suka memaksa, baik karena ketinggian kedudukannya atau kesombongannya”. Kata ini hanya digunakan untuk mencela para penguasa yang zalim karena mereka menolak kebenaran dan tidak percaya pada kebenaran itu. Dalam ayat ini, Musa menghimbau Bani Israil untuk memerangi orang-orang Kan’an dengan lebih dahulu mengingatkan mereka bahwa semua kenikmatan yang diberikan oleh Allah adalah untuk menyiapkan mental menerima perintah tersebut, demi mencapai kemenangan yang dijanjikan Allah, jika mereka benar-benar berperang dengan tulus ikhlas dan tidak lari dari peperangan. Orang-orang Israil menolak perintah Musa dengan alasan takut kepada orang-orang jabbārīn dari suku Kanaan. Mereka baru mau masuk ke daerah tersebut jika orang-orang jabbārīn, penguasa zalim itu, telah pergi. Ini menunjukkan pembangkangan Bani Israil terhadap perintah Allah dan Nabi Musa.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto