Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 7 - Surat Al-Munāfiqūn (Orang-Orang Munafik)
المنٰفقون
Ayat 7 / 11 •  Surat 63 / 114 •  Halaman 555 •  Quarter Hizb 56.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْاۗ وَلِلّٰهِ خَزَاۤىِٕنُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ

Humul-lażīna yaqūlūna lā tunfiqū ‘alā man ‘inda rasūlillāhi ḥattā yanfaḍḍū, wa lillāhi khazā'inus-samāwāti wal-arḍ(i), wa lākinnal-munāfiqīna lā yafqahūn(a).

Merekalah orang-orang yang berkata (kepada kaum Ansar), “Janganlah bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah),” padahal milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengerti.

Makna Surat Al-Munafiqun Ayat 7
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka itulah, yakni orang-orang munafik di Madinah yang berkata dengan pentuh hasutan kepada orang-orang Ansar, “Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang yang ada di sisi Rasulullah yaitu kaum Muhajirin sampai mereka bubar, meninggalkan Rasulullah agar umat Islam pecah dan lemah.” Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi yang menjamin rezeki setiap orang, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami bahwa rezeki, hidup, dan mati setiap makhluk berada di tangan Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa orang-orang munafik itu selalu menganjurkan agar orang-orang Ansar tidak memberi nafkah kepada orang-orang Muhajirin yang datang bersama-sama Muhammad saw dari Mekah dan membiarkan mereka menderita kelaparan, sehingga mereka akan meninggalkan Nabi saw. Anjuran dan anggapan orang-orang munafik itu keliru. Mereka tidak mengetahui bahwa semua yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Di tangan-Nya-lah kunci perbendaharaan rezeki manusia. Tidak seorang pun yang dapat memberikan sesuatu kepada yang lain kecuali dengan kehendak-Nya. Mereka tidak mau memahami sunatullah yang berlaku bagi makhluk-makhluk-Nya. Allah telah menjamin rezeki hamba-hamba-Nya di mana pun mereka berada. Setiap mereka bekerja dan berusaha, mereka akan memperoleh rezekinya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Lawwaw Ru’ūsahum لَوَّوْا رُءُوسَهُمْ (al-Munāfiqūn/63: 5)

Lawwaw ru’ūsahum terdiri dari dua kata, yaitu lawwaw dan ru'ūsahum. Yang pertama, lawwaw, merupakan kata kerja untuk orang ketiga dalam jumlah banyak (mereka). Sedang bentuk tunggalnya adalah lawā, yang artinya mengalihkan atau memalingkan wajah dari mitra bicara. Sebagian ulama membaca kata ini dengan lawaw, tanpa memberi syiddah pada huruf wāw, tetapi mayoritas qurrā’ (ahli bacaan Al-Qur’an) membacanya dengan syiddah, yaitu lawwaw. Bacaan seperti ini mengandung arti bahwa pengalihan wajah atau arah ketika berbicara itu terjadi berulang-ulang. Yang kedua, ru’ūsahum dari kata ru’ūs, yang merupakan bentuk jamak dari ra’s, yang artinya kepala. Dengan demikian istilah yang terdapat pada ayat ini diartikan bahwa orang-orang munafik itu akan berupaya untuk memalingkan wajah atau mengalihkannya ketika diajak bicara. Perilaku demikian menunjukkan bahwa mereka menolak ajakan Rasulullah saw.

2. Yanfaḍḍū يَنْفَضُّوْا (al-Munāfiqūn/63: 7)

Yanfaḍḍū aslinya yanfaḍḍūna, merupakan kata kerja untuk orang ketiga jamak, yang bentuk tunggalnya adalah yanfaḍḍu, artinya adalah mereka berpencar. Pada ayat ini kata tersebut diartikan sebagai keterpencaran yang bernuansa keburukan, yaitu berpencar atau berpisah dalam keadaan menderita, karena kemiskinan dan penderitaan yang mereka alami. Inilah yang diinginkan orang-orang munafik terhadap para sahabat yang taat dan loyal kepada Rasulullah saw. Ketaatan mereka telah mengusik kaum munafik, sehingga bantuan tidak akan diberikan agar mereka tetap menderita.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto