فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ
Fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).
Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
Maka rasakanlah betapa pedihnya azab-Ku dan bukti dari peringatan-Ku!
Demikianlah azab Allah terhadap kaum Nabi Lut. Kedahsyatan azab itu harus mereka rasakan karena mereka tidak mau memperhatikan peringatan-peringatan Allah melalui nabi-Nya. Peringatan-peringatan Allah pasti terjadi, karena itu tidak boleh diabaikan.
1. Fatamārau فَتَمَارَوْا (al-Qamar/54: 36)
Fatamārau artinya meragukan, asal katanya al-miryah yaitu ragu-ragu dalam suatu persoalan. Bermakna lebih khusus daripada syakk. Ayat ini menjelaskan bagaimana azab yang menimpa kaum Nabi Lut membinasakan mereka padahal Allah telah memberi peringatan, namun mereka meragukan peringatan tersebut sehingga azab benar-benar menimpa.
2. Faṭamasnā فَطَمَسْنَا (al-Qamar/54: 37)
Faṭamsnā artinya membutakan. Berasal dari aṭ-ṭamsu, artinya menghilangkan bekas-bekasnya. Arti faṭamasnā adalah menghilangkan penglihatan seperti menghilangkan bekas-bekas atau sisa-sisa dari sesuatu. Ayat ini menggambarkan hukum Allah atas orang-orang yang durhaka kepada nabinya, yaitu Nabi Lut, bahkan mereka ingin melakukan hubungan sodomi dengan tamu-tamu Nabi Lut, sehingga Allah membutakan mata mereka.














































