لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًاۙ
Liṭ-ṭāgīna ma'ābā(n).
(dan) menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.
Neraka Jahanam itu menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas dengan menentang aturan agama dan mendustakan para rasul Allah. Kami akan siksa mereka di sana sebagai balasan atas perbuatan mereka, sebagaimana telah Kami peringatkan sebelumnya.
Dijelaskan di sini bahwa neraka Jahanam itu menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka dan melampaui batas, yang tidak mau mendengar ajakan para rasul yang membawa petunjuk dan kebenaran.
1. Mirṣādan مِرْصَادًا (an-Naba’/78: 21)
Mirṣād artinya tempat mengintai/menjebak. Terambil dari kata raṣada artinya “mengintai” atau “menjebak” sasaran. Kata itu adalah isim makān, kata yang menunjukkan tempat pekerjaan, atau pekerjaan itu sendiri sebagaimana disebutkan dalam Surah al-Fajr/89: 14: Inna rabbaka labil-mirṣād (Sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.)
2. Aḥqāban أَحْقَابًا (an-Naba’/78: 23)
Aḥqāb adalah bentuk jamak dari ḥuqub yang artinya masa-masa yang sangat panjang (sehingga tidak diketahui lamanya).













































