Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 56 - Surat An-Najm (Bintang)
النّجم
Ayat 56 / 62 •  Surat 53 / 114 •  Halaman 528 •  Quarter Hizb 53.5 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى

Hāżā nażīrum minan-nużuril-ūlā.

Ini (Nabi Muhammad) adalah salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang terdahulu.

Makna Surat An-Najm Ayat 56
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai manusia, Nabi Muhammad ini adalah salah seorang pemberi peringatan yang diamanati untuk mengingatkan kamu dan ia termasuk di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menyatakan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw dengan Al-Qur’annya adalah pemberi peringatan terhadap orang yang menyimpang dari petunjuk-Nya dengan mengikuti hawa nafsu yang membawa kepada kecelakaan dunia dan akhirat. Nabi Muhammad saw, seperti para rasul sebelumnya, menyampaikan seruan kepada manusia, tetapi sebagian manusia mendustakan kerasulan-Nya, maka Allah menghancurkan dan menjatuhkan azab kepada mereka sesuai dengan kedustaan dan keingkaran mereka terhadap nikmat-nikmat yang terus-menerus datang dari Tuhan, dalam ayat yang lain:

اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ لَّكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ

Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.” (Saba'/34: 46)

Dalam hadis Nabi yang ada hubungannya dengan ayat ini yaitu:

اَنَا النَّذِيْرُ اْلعُرْيَانُ. (رواه البخاري ومسلم)

Saya pemberi peringatan yang tak berpakaian. (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Maksudnya, karena terburu-buru melihat kejahatan, sehingga tidak sempat memakai pakaian, terus berangkat untuk mengingatkan kaumnya. Bisa juga berarti polos dan tegas.

Isi Kandungan Kosakata

1. Tatamārā تَتَمَارَى (an-Najm/53: 55)

Tatamārā berasal dari kata al-miryah yaitu “ragu-ragu”. Mirāu′ adalah “bertengkar” karena kedua pihak saling meragukan. Tatamārā berarti bertengkar dalam arti saling meragukan, dalam hal ini adalah nikmat Allah. Yang bertengkar karena saling meragukan itu adalah orang-orang kafir.

2. Sāmidūn سَامِدُوْن (an-Najm/53:61)

Sāmidūn kata dasarnya adalah sammada masdarnya as-samūdu artinya “lengah”, “lalai” seperti unta yang mengangkat kepalanya ke atas sambil berjalan sehingga ia tidak melihat jalan atau bahaya. Sāmidūn adalah orang-orang yang lalai dan lengah akan kematiannya atau kiamat, dan asyik bergembira ria tanpa memikirkan hari esok.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto