Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 55 - Surat An-Najm (Bintang)
النّجم
Ayat 55 / 62 •  Surat 53 / 114 •  Halaman 528 •  Quarter Hizb 53.5 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى

Fa bi'ayyi ālā'i rabbika tatamārā.

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?

Makna Surat An-Najm Ayat 55
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kehancuran umat-umat pengingkar pada masa lalu merupakan peringatan dari Allah untuk generasi sekarang dan mendatang. Merupakan salah satu bentuk nikmat-Nya bagaimana umat pada masa kini dapat mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati dalam kehidupannya. Wahai manusia, jika umat-umat itu mendapat hukuman karena keingkaran mereka, maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan sehingga kamu mengingkarinya?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menyatakan dalam bentuk pertanyaan kepada manusia tentang nikmat-Nya yang manakah, yang masih diragukan, dalam ayat-ayat berikut ini yang sama maksudnya.

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ ٦

Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia. (al-Infiṭār/82: 6)

وَكَانَ الْاِنْسَانُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah. (al-Kahf/18: 54)

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ١٦

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (ar-Raḥmān/55: 16)

Pada hakikatnya musibah yang menimpa itu dapat membawa manusia kepada kesadaran bagi mereka yang memperhatikannya. Semua nikmat itu adalah bukti yang nyata atas ke-Esaan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Tatamārā تَتَمَارَى (an-Najm/53: 55)

Tatamārā berasal dari kata al-miryah yaitu “ragu-ragu”. Mirāu′ adalah “bertengkar” karena kedua pihak saling meragukan. Tatamārā berarti bertengkar dalam arti saling meragukan, dalam hal ini adalah nikmat Allah. Yang bertengkar karena saling meragukan itu adalah orang-orang kafir.

2. Sāmidūn سَامِدُوْن (an-Najm/53:61)

Sāmidūn kata dasarnya adalah sammada masdarnya as-samūdu artinya “lengah”, “lalai” seperti unta yang mengangkat kepalanya ke atas sambil berjalan sehingga ia tidak melihat jalan atau bahaya. Sāmidūn adalah orang-orang yang lalai dan lengah akan kematiannya atau kiamat, dan asyik bergembira ria tanpa memikirkan hari esok.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto