Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 17 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 378 •  Quarter Hizb 38.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ

Wa ḥusyira lisulaimāna junūduhū minal-jinni wal-insi waṭ-ṭairi fahum yūza‘ūn(a).

Untuk Sulaiman dikumpulkanlah bala tentara dari (kalangan) jin, manusia, dan burung, lalu mereka diatur dengan tertib

Makna Surat An-Naml Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sebagai bukti atas pernyataan Nabi Sulaiman di atas, Allah mengabarkan bahwa untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib dalam rangka mengatur kehidupan masyarakat dan menghadapi musuh-musuh Nabi Sulaiman.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Sulaiman telah dapat membentuk bala tentara yang terdiri dari berbagai macam jenis makhluk, seperti jin, manusia, burung, dan binatang yang lain. Bala tentara itu setiap saat dapat dikerahkan untuk memerangi orang-orang yang tidak mau mengindahkan seruannya. Semua tentara itu berbaris rapi, bersatu, dan berkumpul di bawah kepemimpinannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Manṭiqaṭ-Ṭair مَنْطِقُ الطَّيْرِ (an-Naml/27: 16).

Kalimat manṭiq merupakan isim ‘alat dari kata naṭaqa-yanṭiqu yang secara bahasa berarti suara-suara yang muncul melalui salah satu organ tubuh yaitu lidah, dan dapat didengar oleh telinga serta mengandung arti. Kalimat nāṭiq biasanya juga digunakan untuk manusia. Oleh karena itu, para ahli mantiq mendefinisikan manusia dengan hayawān an-nātiq (hewan yang dapat berbicara). Tetapi kata ini pun bisa digunakan untuk selain manusia melalui kiasan. Suara burung dalam ayat ini diungkapkan dengan kata mantiq, karena Nabi Sulaiman bisa memahami bahasa burung. Bagi Sulaiman, burung tersebut bersifat nāṭiq walaupun bagi yang lain suara burung bersifat ṣāmiṭ (diam). Artinya, bagi mereka yang tidak bisa memahami bahasa yang lain, dia disebut ṣāmiṭ walaupun dia bisa bicara. Sedangkan kata ṭair adalah bentuk jamak dari ṭāir yang berarti setiap sesuatu yang memiliki sayap yang membuatnya bisa terbang di udara.

2. Yuza’ūn يُوْزَعُوْنَ (an-Naml/27: 17)

Asal katanya adalah waza’a yang berarti membagi dan mencukupkannya. Kata yuza’ūn menunjukkan adanya ketertiban dan kerapian walaupun ber-jumlah banyak. Ayat ini menerangkan tentang keistimewaan Nabi Sulaiman, bahwa beliau memiliki pasukan dan bala tentara yang terdiri atas berbagai macam makhluk Allah seperti manusia, jin, dan binatang-binatang. Tentaranya ini walaupun bermacam-macam dan bukan seperti Sulaiman, tetapi semuanya ketika dikerahkan untuk melawan musuh-musuh Allah, mereka bersatu dan tersusun dengan rapi di bawah satu komando Nabi Sulaiman.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto