Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 16 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 378 •  Quarter Hizb 38.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ وَقَالَ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍۗ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ

Wa wariṡa sulaimānu dāwūda wa qāla yā ayyuhan-nāsu ‘ullimnā manṭiqaṭ-ṭairi wa ūtīnā min kulli syai'(in), inna hāżā lahuwal-faḍlul-mubīn(u).

Sulaiman telah mewarisi Daud545) dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia, kami telah diajari (untuk memahami) bahasa burung dan kami dianugerahi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.”

Makna Surat An-Naml Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sebagai penghargaan Allah kepada Nabi Daud atas kepatuhan dan syukurnya kepada Allah, Sulaiman telah mewarisi ayahnya yaitu Dawud dalam hal kenabian dan kekuasaan, dan Sulaiman berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari oleh Allah bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu yang kami butuhkan dalam mengurus umat dan kerajaan kami. Sungguh, semua ini benar-benar karunia yang nyata.” Perilaku kedua nabi ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi kaum muslimin.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Sulaiman, putra Daud, menggantikan bapaknya sebagai raja dan rasul Allah. Menurut Ibnu ‘Aṭiyyah, Daud adalah raja dan rasul Allah yang diutus kepada Bani Israil. Jabatan ini dipegang Sulaiman setelah bapaknya meninggal dunia. Karena Sulaiman menerima kedua jabatan itu setelah bapaknya meninggal dunia, maka disebutlah dalam ayat ini: Dan Sulaiman telah mewarisi Daud.

Menurut al-Kalbi, Nabi Daud mempunyai 19 orang anak laki-laki. Di antara mereka semua, hanya Sulaiman sendiri yang mewarisi ilmu pengetahuan dan kesanggupan mengendalikan pemerintahan dari bapaknya. Oleh karena itu pula, beliau yang menggantikan bapaknya sebagai kepala negara. Kemudian Allah juga mengangkat Sulaiman menjadi rasul.

Menurut Ensiklopedia Americana, Nabi Daud diangkat menjadi raja pada tahun 1002 Sebelum Masehi (SM), pada waktu ia berumur 37 tahun (ia dilahirkan pada tahun 1039 SM). Daud meninggal dunia pada tahun 962 SM, dan memerintah selama 40 tahun, yaitu 7 tahun di Hebron dan 33 tahun di Yerusalem.

Sebelum meninggal dunia, Daud menunjuk putranya yang bernama Sulaiman menjadi raja sesudahnya. Beliau meninggal setelah memberikan nasihat-nasihat dan pesan-pesan yang amat berharga kepada Sulaiman. Di antara nasihat dan pesan itu ialah agar melakukan ibadah kepada Allah, memelihara segala hukum, undang-undang, syariat, dan firman-Nya, sesuai dengan yang tersebut dalam Taurat Musa, serta mendirikan sebuah Haikal sebagai tempat beribadah kepada-Nya. Setelah Nabi Daud meninggal dunia, mulailah Sulaiman memegang tampuk pemerintahan yaitu pada tahun 961 Sebelum Masehi. Sebagai seorang raja dan nabi, semua nasihat dan pesan Nabi Daud itu dilaksanakan dengan baik, sehingga kerajaan menjadi stabil dan mantap di tangannya, sampai beliau meninggal dunia. (Lihat “David”, Encyclopaedia Americana, Jilid 8, hlm. 526).

Di samping mewarisi kerajaan, ilmu pengetahuan, kenabian, dan kitab Zabur dari bapaknya, Sulaiman juga dianugerahi Allah dengan beberapa keutamaan yang lain. Oleh karena itu, dia bersyukur kepada Allah dengan mengatakan, “Wahai sekalian manusia, Allah telah menganugerahkan kepada kami pengertian dan pengetahuan tentang suara burung dan diberi segala sesuatu yang diperlukan. Sesungguhnya semua benar-benar suatu yang nyata.”

Nabi Sulaiman dengan kekuatan dan kesanggupan yang telah diberikan Allah kepadanya, dapat memahami suara-suara binatang yang lain, selain dari suara burung. Dalam ayat ini, dikhususkan menyebutkan bahwa Sulaiman memahami suara burung karena burung adalah tentara khusus Nabi Sulaiman yang mempunyai keistimewaan khusus pula, seperti yang telah dilakukan oleh burung hud-hud.

Sebagaimana diketahui bahwa suara pada binatang merupakan bahasa isyarat yang berlaku di antara mereka. Suara-suara itu terdengar dalam bentuk dan nada yang bermacam-macam, seperti suara dalam keadaan riang berbeda dengan suara burung dalam keadaan ketakutan. Suara kambing betina yang kehilangan anaknya berlainan dengan suara dikejar atau diterkam binatang buas. Nabi Sulaiman mengetahui maksud suara-suara binatang itu dengan kekuatan perasaan dan ilmu pengetahuan yang telah dilimpahkan Allah kepadanya. Menurut al-Baiḍawi, apabila mendengar suara-suara burung, Nabi Sulaiman mengetahui makna dan maksud suara-suara itu dengan kekuatan perasaannya.

Dalam ayat ini diterangkan pula bahwa Allah telah melimpahkan kepada Sulaiman segala macam kesanggupan dan segala sesuatu yang diperlukannya untuk mengendalikan pemerintahan negaranya. Dengan demikian, masa pemerintahan Nabi Sulaiman itu merupakan masa kejayaan Bani Israil.

Sebagian ahli tafsir menafsirkan ayat “wa ūtīnā min kulli syai’in” (dan diberi segala sesuatu yang diperlukan), maksudnya ialah Allah telah menganugerahkan kepada Sulaiman hikmah, harta yang berlipat ganda, kekuatan yang besar dan luas sebagai seorang raja, dan menundukkan jin, manusia, burung, dan binatang lainnya.

Karena nikmat yang telah dilimpahkan itu, maka Nabi Sulaiman ber-syukur kepada Allah dengan menyatakan bahwa segala nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya, baik yang berupa pengetahuan, pemberian, keutamaan, dan sebagainya adalah suatu keistimewaan yang telah diberikan Allah kepadanya. Dengan berbagai karunia itu, Allah telah melebihkannya dari manusia-manusia yang lain.

Isi Kandungan Kosakata

1. Manṭiqaṭ-Ṭair مَنْطِقُ الطَّيْرِ (an-Naml/27: 16).

Kalimat manṭiq merupakan isim ‘alat dari kata naṭaqa-yanṭiqu yang secara bahasa berarti suara-suara yang muncul melalui salah satu organ tubuh yaitu lidah, dan dapat didengar oleh telinga serta mengandung arti. Kalimat nāṭiq biasanya juga digunakan untuk manusia. Oleh karena itu, para ahli mantiq mendefinisikan manusia dengan hayawān an-nātiq (hewan yang dapat berbicara). Tetapi kata ini pun bisa digunakan untuk selain manusia melalui kiasan. Suara burung dalam ayat ini diungkapkan dengan kata mantiq, karena Nabi Sulaiman bisa memahami bahasa burung. Bagi Sulaiman, burung tersebut bersifat nāṭiq walaupun bagi yang lain suara burung bersifat ṣāmiṭ (diam). Artinya, bagi mereka yang tidak bisa memahami bahasa yang lain, dia disebut ṣāmiṭ walaupun dia bisa bicara. Sedangkan kata ṭair adalah bentuk jamak dari ṭāir yang berarti setiap sesuatu yang memiliki sayap yang membuatnya bisa terbang di udara.

2. Yuza’ūn يُوْزَعُوْنَ (an-Naml/27: 17)

Asal katanya adalah waza’a yang berarti membagi dan mencukupkannya. Kata yuza’ūn menunjukkan adanya ketertiban dan kerapian walaupun ber-jumlah banyak. Ayat ini menerangkan tentang keistimewaan Nabi Sulaiman, bahwa beliau memiliki pasukan dan bala tentara yang terdiri atas berbagai macam makhluk Allah seperti manusia, jin, dan binatang-binatang. Tentaranya ini walaupun bermacam-macam dan bukan seperti Sulaiman, tetapi semuanya ketika dikerahkan untuk melawan musuh-musuh Allah, mereka bersatu dan tersusun dengan rapi di bawah satu komando Nabi Sulaiman.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto