Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 143 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 143 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 101 •  Quarter Hizb 10.75 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

مُّذَبْذَبِيْنَ بَيْنَ ذٰلِكَۖ لَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ وَلَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا

Mużabżabīna baina żālik(a), lā ilā ha'ulā'i wa lā ilā ha'ulā'(i), wa may yuḍlilillāhu falan tajida lahū sabīlā(n).

Mereka (orang-orang munafik) dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk golongan (orang beriman) ini dan tidak (pula) golongan (orang kafir) itu. Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah (karena tidak mengikuti tuntunan-Nya dan memilih kesesatan), kamu tidak akan menemukan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 143
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka adalah orang-orang yang senantiasa dalam keadaan ragu dan bingung antara yang demikian, yaitu iman atau kafir. Mereka tidak termasuk kepada golongan ini, yaitu golongan orang-orang beriman, dan tidak pula kepada golongan itu, yaitu orang-orang kafir. Keraguan mereka disebabkan karena mereka tidak mengikuti petunjuk Allah dan memilih kesesatan. Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu, wahai Muhammad, sekali-kali tidak akan mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk baginya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kaum munafik kadang-kadang memihak orang-orang mukmin dan kadang-kadang memihak orang-orang kafir. Sikap mereka memihak itupun tidak dilakukan secara ikhlas, karena mereka hanya menginginkan ketentuan duniawi dan melepaskan diri dari tekanan-tekanan yang akan dijumpainya dari kedua belah pihak.

Barang siapa yang disesatkan dari hidayah Allah, maka tidak ada yang dapat menolong dan tidak ada yang dapat menunjukinya kepada jalan yang benar yang akan melepaskan mereka dari kesesatan.

Isi Kandungan Kosakata

Mużabżabīn مُذَبْذَبِيْنَ (an-Nisā’/4: 143)

Mużabżab yaitu terombang-ambing di antara dua persoalan, serta tidak punya ketegasan dan ketetapan hati. Sama halnya dengan sesuatu yang tergantung di atas pohon, kemudian selalu bergerak mengikuti hembusan angin. Akar katanya adalah aż-żabb yang berarti menghalau, menyingkirkan, mengusir, menjauhkan. Mużabżab adalah sesuatu yang dihalau ke sana - ke mari dari dua arah, dari waktu ke waktu yang lain. Lalu muncul arti terombang-ambing. Dalam ayat 143 di atas dinyatakan bahwa karakter dan tamperamen orang-orang munafik laksana suatu benda yang tergantung dalam sebuah pohon yang senantiasa bergerak dan terombang ambing oleh tiupan angin, tidak punya ketetapan hati, tetapi senantiasa mengikuti arus dan situasi, yang dalam saat tertentu mereka berpihak kepada kaum Muslimin, dan di saat lain mereka berpihak kepada orang kafir. Sabda Rasulullah, bahwa perumpamaan orang munafik bagaikan seekor kambing yang berada di antara dua gerombolan kambing, dia merasa kebingungan gerombolan mana yang harus diikutinya (Riwayat Muslim dari Ibnu ‘Umar).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto