Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 50 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 50 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 86 •  Quarter Hizb 9.25 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَكَفٰى بِهٖٓ اِثْمًا مُّبِيْنًا ࣖ

Unẓur kaifa yaftarūna ‘alallāhil-każib(a), wa kafā bihī iṡmam mubīnā(n).

Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

Makna Surat An-Nisa' Ayat 50
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan sifat buruk orang-orang Yahudi tersebut, Allah mengingatkan kaum muslim lebih cermat lagi. Perhatikanlah dengan seksama, betapa mereka orang-orang Yahudi itu mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan mengada-ada dengan dusta itu menjadi dosa yang nyata bagi mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menekankan tentang keanehan perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Nabi Muhammad diperintahkan memperhatikan betapa beraninya orang-orang Yahudi dan Nasrani membuat kebohongan terhadap Allah dengan pengakuan mereka bahwa dirinya suci dan mereka disayangi oleh Allah secara khusus, tidak seperti umat-umat lain. Cukup jelas bahwa perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu merupakan dosa yang besar.

Isi Kandungan Kosakata

Aṣḥābus-Sabt اَصْحَابُ السَّبْتِ (an-Nisā’/4: 47)

Di dalam Al-Qur’an kata Sabt terdapat dalam al-Baqarah/2:65, an-Nisā’/4:47, 154 dan al-A‘rāf/7:163 dan an-Naḥl/16:24; Sabtihim dan yasbitun (al-A‘rāf/7:163) tidak banyak diceritakan atau dibicarakan secara khusus, karena memang tak banyak hubungannya dengan akidah dan ajaran Islam umumnya.

Sabt (السبت) asal katanya berarti memutuskan kerja seperti sabata as-sa’ya berarti memutuskan perjalanan, sabata sya’rahu berarti memotong rambutnya. Pendapat lain mengatakan, dinamakan hari Sabtu karena Allah mulai menciptakan langit dan bumi hari Ahad. Allah menciptakannya selama enam hari, Allah menghentikan kerja-Nya hari Sabtu, maka hari itu dinamakan hari Sabtu.

Dalam beberapa tafsir disebutkan bahwa hukuman bagi mereka yang melanggar hari Sabat menurut syariat Yahudi ialah hukuman mati (Keluaran 31:14). Di dalam sebuah hikayat Yahudi tentang masyarakat nelayan di pesisir kota, yang terus-menerus melanggar hari Sabat, mereka berubah menjadi kera (al-A‘rāf/7:163-166). Hukumannya adalah bukan karena melanggar hari Sabat itu saja, tetapi karena membangkang dan melanggar hukum Taurat”. Mereka melanggar hari Sabat dengan membuat kolam di dekat laut dengan saluran-saluran ke kolam itu. Bila sudah banyak ikan yang masuk ke dalamnya mereka mengambilnya pada hari Ahad. Membendung ikan ke dalam kolam itulah pelanggaran mereka. Maka jadilah mereka kera yang hina. Beberapa mufasir mengatakan, bahwa demikian terjadi metamorfisme, mereka berubah menjadi kera. Tetapi Mujahid berpendapat bahwa metamorfisme itu terjadi pada hati mereka, sifat dan watak mereka (al-Qasimi).

Kaum Sabat dalam Kejadian 2.3-4 disebutkan, bahwa Tuhan memberkati hari ketujuh itu, karena pada hari itu “Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan… Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan.” “Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan …” (Ulangan 5. 12-15).

Kalangan Nasrani yang mula-mula masih berpegang pada hari Sabat ini, yang kemudian merupakan salah satu perubahan dari hari pekan ketujuh (Sabtu) menjadi hari pertama (Minggu). Sampai selama sekian tahun kedua hari pekan ketujuh dan pertama itu tetap dipertahankan sebagai hari-hari Sabat, dan lambat laun berangsur-angsur hari pekan pertama itu diterima menjadi Hari Tuhan (Lord’s Day).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto