Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 29 - Surat An-Nūr (Cahaya)
النّور
Ayat 29 / 64 •  Surat 24 / 114 •  Halaman 353 •  Quarter Hizb 36 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Madaniyah

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ مَسْكُوْنَةٍ فِيْهَا مَتَاعٌ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا تَكْتُمُوْنَ

Laisa ‘alaikum junāḥun an tadkhulū buyūtan gaira maskūnatin fīhā matā‘ul lakum, wallāhu ya‘lamu mā tubdūna wa mā taktumūn(a).

Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni (sebagai tempat umum) yang di dalamnya ada kepentingan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

Makna Surat An-Nur Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan etika memasuki rumah yang berpenghuni pada ayat-ayat sebelumnya, Allah lalu menguraikan etika memasuki rumah yang tak berpenghuni atau bangunan yang disediakan untuk umum. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni yang tidak dibuat untuk tempat tinggal pribadi secara tetap, seperti masjid, kedai, dan pasar, yang di dalamnya ada kepentingan kamu, misalnya untuk beristirahat atau keperluan lain. Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan dalam dada, termasuk niat baik atau buruk kamu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan oleh al-Wāḥidi, bahwa Abu Bakar Siddiq pernah berkata, “Wahai Rasulullah sesungguhnya Allah telah menurunkan kepada engkau ayat yang memerintahkan supaya meminta izin untuk memasuki suatu rumah. Di dalam melakukan perdagangan, kami adakalanya tinggal di penginapan. Apakah tidak boleh juga memasuki penginapan tanpa izin?” Maka turunlah ayat ini.

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa tempat-tempat yang tidak disediakan khusus untuk tempat tinggal, tetapi hanya untuk menginap sementara bagi orang yang memerlukannya, seperti hotel, losmen, tempat rekreasi, peristirahatan dan sebagainya, tidak ada halangan dan dosa me-masukinya tanpa izin, karena ada sesuatu keperluan di dalamnya. Hal-hal yang biasanya kurang layak dan tidak sopan dilihat orang lain di suatu rumah tempat tinggal, tidak terdapat di tempat tersebut di atas.

Allah mengetahui apa yang dinyatakan dalam ucapan seseorang ketika meminta izin untuk memasuki rumah tempat tinggal, dan mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati untuk melihat aib dan hal-hal yang tidak wajar dan memalukan pemilik rumah.

Isi Kandungan Kosakata

Tasta’nisū تَسْتَأْنِسُوْ ا (an-Nūr/23: 27)

Artinya: kamu meminta izin. Kalimat ini bentuk muḍari’ dari ista’nasa. Akar katanya adalah ( أ ـ ن ـ س ) yang artinya damai, tenang, lawan dari nufūr atau resah, tidak tenang, lari dan lain sebagainya. Dari akar kata ini muncul kata insan atau manusia karena manusia adalah makhluk yang gampang damai jika bertemu dengan sesamanya, atau makhluk yang tidak bisa hidup sendirian, tapi harus hidup dengan lainnya. Dari arti kata diatas maka ungkapan tasta’nisu lebih tepat diartikan: sehingga kamu mendapatkan kedamaian atau ketenangan dari tuan rumah yang kamu kunjungi. Seseorang yang mendapatkan izin dari tuan rumah belum pasti tuan rumah tersebut menyukai kedatangannya karena beberapa hal. Namun jika tuan rumah dari sikap dan suaranya menunjukkan arti kedamaian maka sikap ini melebihi dari sekedar mengizinkan. Artinya kata tasta’nisu lebih jauh jangkauannya dan luas pengertiannya dari tasta’ẓinu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto