طٰسۤمّۤ
Ṭā Sīm Mīm.
Ṭā Sīn Mīm.
Ta Sin Mim. Nama-nama huruf yang dengannya Al-Qur’an tersusun. Susunan Al-Qur’an tidak mampu disaingi oleh manusia. Inilah yang menjadikan Al-Qur’an menjadi mukjizat sepanjang zaman.
Lihat keterangan ayat ini pada jilid I yang menerangkan tentang fawātiḥus-suwar (al-Baqarah/2: 1).
Bākhi’ بَاخِعٌ (asy-Syu’arā’/26: 3)
Berasal dari kata kerja bakha’a yang berarti menyembelih. Kata ini terambil dari kata bukha’ yaitu urat nadi yang terdapat di bagian belakang binatang. Jika urat nadi ini dipotong, maka nyawa terpisah dari badan. Kata ini menggambarkan kesedihan yang luar biasa hingga bisa menyebabkan kematian.
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bagaimana keadaan Nabi yang sangat sedih karena orang-orang musyrik Mekkah tidak mau beriman kepada ajarannya. Rasul berkeinginan agar semua orang menyambut ajakannya karena cintanya kepada manusia dan kasih sayangnya kepada mereka, sehingga seolah-olah beliau ingin membinasakan diri sendiri melihat penolakan mereka. Kata bākhi’ disebutkan dalam Al-Qur’an dua kali, pada ayat ini dan pada Surah al-Kahf/18: 6.















































