Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat At-Tagābun (Pengungkapan Kesalahan)
التّغابن
Ayat 1 / 18 •  Surat 64 / 114 •  Halaman 556 •  Quarter Hizb 56.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Yusabbiḥu lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Milik-Nyalah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makna Surat At-Tagabun Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan demikian juga apa yang ada di bumi, daratan, lautan, gunung, lembah, hewan, dan tumbuh-tumbuhan; seluruhnya senantiasa bertasbih kepada Allah dengan cara masing-masing; milik-Nya semua kerajaan, kekuasaan, dan kewenangan yang tiada terbatas, dan bagi-Nya pula segala puji yang sempurna; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu dengan kekuasaan yang tak terbatas, tetapi tidak sewenang-wenang.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih menyucikan-Nya. Ini berarti bahwa apa yang ada di langit dan di bumi menunjukkan kesucian dan kesempurnaan Allah serta semua makhluk itu tunduk dan menyerah kepada-Nya. Dialah Maharaja yang berwenang berbuat sesuai dengan kehendak-Nya terhadap semua yang ada, berhak dipuji atas penciptaan-Nya, karena Dia sumber segala kebaikan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, apa yang dikehendaki-Nya pasti berwujud dan menjadi kenyataan tanpa ada yang dapat menghalangi-Nya. Sedangkan terhadap apa yang tidak dikehendaki-Nya, hal itu tidak akan ada.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Maṣīr الْمَصِيْرُ (at-Tagābun/64: 3)

Kata al-maṣīr merupakan isim makān (kata keterangan tempat) dari kata kerja ṣāra-yaṣīru, yang artinya menjadi. Sedangkan al-maṣīr sendiri diartikan sebagai tempat menjadi atau tempat kembali. Pada ayat ini kata tersebut menunjuk bahwa tempat kembali dari semua makhluk adalah Allah. Hal yang sedemikian ini karena Allah adalah Pencipta dan sekaligus Pemilik dari semua yang ada di alam ini. Oleh karena itu, semua yang ada pasti akan kembali kepada pemiliknya, dan pemilik dari semua yang ada adalah Allah.

2. Biżātiṣ-ṣud ūr بِذَاتِ الصُّدُوْرِ (at-Tagābun/64: 4)

Lafal biżātiṣ-ṣudūr terdiri dari tiga kata, yaitu bi, żāt, dan aṣ-ṣudūr. Yang pertama, bi pada ayat ini merupakan kata depan yang artinya di atau di dalam, yang menunjukkan tempat. Yang kedua, żāt, maknanya adalah sesuatu, namun pada ayat ini diartikan terdapat atau ada. Sedang yang ketiga, aṣ-ṣudūr, merupakan bentuk jamak dari ṣadr, yang artinya dada. Dengan demikian, ṣudūr artinya adalah dada-dada. Istilah biżātiṣ-ṣudūr pada ayat ini diartikan sebagai sesuatu yang terdapat dalam dada-dada manusia. Ungkapan ini untuk menyatakan bahwa Allah mengetahui apa saja yang terdapat di dalam dada siapa saja. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto