Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 3 - Surat At-Tīn (Buah Tin)
التّين
Ayat 3 / 8 •  Surat 95 / 114 •  Halaman 597 •  Quarter Hizb 60.5 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ

Wa hāżal-baladil-amīn(i).

dan demi negeri (Makkah) yang aman ini,

Makna Surat At-Tin Ayat 3
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

dan demi negeri Mekah yang aman ini. Buah Tin dan Zaitun banyak tumbuh di Syam dan Baitul makdis, tempat para nabi diutus, antara lain Nabi Isa. Gunung Sinai adalah tempat Nabi Musa bermunajat, sedangkan Mekah adalah tempat kelahiran dan pengutusan Nabi Muhammad. Ketiga nabi ini memiliki misi yang sama, yaitu mengajak manusia menuju tauhid.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Allah bersumpah dengan “negeri yang damai”. Maksudnya adalah Mekah, tempat Nabi Muhammad lahir dan menerima wahyu. Bahwa Mekah adalah tempat asal Nabi Muhammad dinyatakan pula antara lain dalam Surah Muḥammad/47: 13:

وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ هِيَ اَشَدُّ قُوَّةً مِّنْ قَرْيَتِكَ الَّتِيْٓ اَخْرَجَتْكَۚ اَهْلَكْنٰهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ ١٣

Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka. (Muḥammad/47: 13)

Dalam ayat ini terdapat informasi bahwa beliau telah dipaksa meninggalkan negeri asalnya, yaitu tempat kelahirannya (Mekah) dan hijrah ke Medinah.

Berdasarkan ayat-ayat lain lebih tepat dipahami bahwa ketiga ayat di atas menyatakan tempat ketiga nabi itu lahir atau menerima tugas kenabian mereka. Di dalam ayat-ayat lain, ketiga nabi itu memang sering disebutkan bersamaan, misalnya dalam Surah aṣ-Ṣaff/61: 5-6:

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُوْنَنِيْ وَقَدْ تَّعْلَمُوْنَ اَنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْۗ فَلَمَّا زَاغُوْٓا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ ٥ وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ٦

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” (aṣ-Ṣaff/61: 5-6)

Dalam Perjanjian Lama, Kitab Ulangan 33 ayat 2 juga dinyatakan tempat ketiga nabi itu, “Tuhan telah datang dari Sina’, dan terbit kepada mereka di Seir, kelihatan Dia dengan gemerlapan cahayanya dari Gunung Paran.” Sina’ adalah Sinai tempat Nabi Musa menerima wahyu, Seir adalah pegunungan di Baitul Maqdis tempat Nabi Isa lahir dan menerima kenabian, dan pegunungan Paran adalah pegunungan Mekah, tempat Nabi Muhammad lahir dan menerima kenabiannya.

Isi Kandungan Kosakata

Ṭūr Sinīn طُوْرِ سِيْنِيْن (at-Tīn/95: 2)

Ketiga ayat pertama dalam Surah at-Tīn ini menggunakan buah tin dan zaitun, Gunung Sinai, dan negeri yang aman (Mekah) sebagai pernyataan sumpah. Keempat nama itu melambangkan: (1) tempat kelahiran Nabi Isa dan Masjid Baitulmakdis, (2) gunung tempat Nabi Musa menerima wahyu, dan (3) kota tempat kelahiran Nabi Muhammad. Para mufasir mengatakan sebagian bersumber dari Ibnu ‘Abbās dan beberapa orang tabiin di tiga tempat itu, Allah mengutus masing-masing satu orang nabi ulul azmi (yang sabar dan tabah menghadapi segala cobaan), yang membawa hukum syariat yang besar, yaitu Nabi Musa, Isa, dan Muhammad saw.

Pohon ara dan zaitun banyak tumbuh di negeri-negeri yang berbatasan dengan Laut Mediterania bagian timur, sebagian di semenanjung Arab, terutama di Palestina dan Suria.

Taurat diberikan kepada Nabi Musa melalui wahyu (al-Mā’idah/5: 44 dan 46), dan Injil juga diberikan kepada Nabi Isa melalui wahyu dari Allah yang disebutkan sebagai penerus Taurat. Sama dengan dua kitab di atas, Al-Qur’an juga diwahyukan kepada Nabi Muhammad (Āli ‘Imrān/3: 3).

Kata ṭūr dalam Al-Qur’an terdapat dalam 10 ayat, yaitu al-Baqarah/2: 63 dan 93, an-Nisā’/4: 154, Maryam/19: 52, Ṭāhā/20: 80, al-Mu’minūn/23: 20, al-Qaṣaṣ/28: 29 dan 46, aṭ-Ṭūr/52: 1, dan at-Tīn/95: 2). Arti kata ṭūr ini sangat beragam sebagai kata benda, yang secara etimologi bukan dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Suryani (Syriac), yang berarti gunung. Tur Sinai atau Gunung Hareh, berasal dari bahasa Ibrani, Har Sinai, atau Jabal Musa dalam bahasa Arab.

Dalam ayat ini, ṭūr berarti gunung secara umum, dengan catatan, antara lain kata Ibnu Kaṡīr, semua gunung yang ditumbuhi pepohonan disebut ṭūr, bila tanpa tumbuhan disebut jabal. Di atas Ṭūr (Gunung) Sinai ini, Nabi Musa menerima Taurat, wahyu yang sangat menentukan hukum syariat Musa. Agaknya ini yang kemudian dikenal dengan sebutan al-waṣāyā al-‘asyr (Kesepuluh Firman atau Ten Commandments). Allah berfirman:

وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ مُوْسٰٓىۖ اِنَّهٗ كَانَ مُخْلَصًا وَّكَانَ رَسُوْلًا نَّبِيًّا ٥١ وَنَادَيْنٰهُ مِنْ جَانِبِ الطُّوْرِ الْاَيْمَنِ وَقَرَّبْنٰهُ نَجِيًّا ٥٢

Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Musa di dalam Kitab (Al-Qur’an). Dia benar-benar orang yang terpilih, seorang rasul dan nabi. Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung (Sinai) dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap. (Maryam/19: 51-52)

Dalam pembukaan Surah aṭ-Ṭūr/52, kata ṭūr dipakai sebagai sumpah, “Demi Gunung” seperti yang terdapat juga dalam Surah at-Tīn/95, tetapi yang terakhir ini sekaligus menyebutkan empat nama sebagai simbol sumpah: Tin, Zaitun, Gunung Sinai, dan kota Mekah. Pengucapan sumpah ini merupakan suatu isyarat betapa hebatnya ayat-ayat berikutnya sesudah ayat pembukaan itu.

Gunung Sinai terkenal sebagai tempat yang penting turunnya wahyu dalam sejarah agama Yahudi ketika Tuhan dikatakan menampakkan diri kepada Musa dan memberikan Kesepuluh Firman (Keluaran 20, Ulangan 5). Menurut tradisi Yahudi, tidak saja Decalogue (Kesepuluh Firman), tetapi seluruh tulisan teks Bibel dan penafsirannya. Dalam tradisi Kristen dan Islam, gunung ini dipandang suci, dan sejak dulu sudah diterima sebagai situs dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam. Ketinggian gunung ini 2.285 meter di atas permukaan laut, dan secara geografis masuk dalam kawasan Mesir. Tempat ini kemudian menjadi tempat ziarah dan kunjungan wisata.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto