Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 59 - Surat Aż-Żāriyāt (Yang Menerbangkan)
الذّٰريٰت
Ayat 59 / 60 •  Surat 51 / 114 •  Halaman 523 •  Quarter Hizb 53 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَاِنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذَنُوْبًا مِّثْلَ ذَنُوْبِ اَصْحٰبِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُوْنِ

Fa inna lil-lażīna ẓalamū żanūbam miṡla żanūbi aṣḥābihim falā yasta‘jilūn(i).

Sesungguhnya orang-orang yang zalim mendapatkan bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu). Maka, janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakan(-nya).

Makna Surat Az-Zariyat Ayat 59
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dengan ajaran yang disampaikan para rasul, Allah menegaskan bahwa siapa saja yang ingkar kepada-Nya maka sungguh mereka diancam dengan azab yang pedih. Karena itu, untuk orang-orang yang zalim dan tidak taat pada tuntunan-Nya pasti akan ada bagian azab seperti bagian teman-teman mereka dari generasi terdahulu yang selalu ingkar; maka janganlah mereka yang durhaka itu meminta kepada-Ku untuk menyegerakan azab yang merupakan hukuman-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt menegaskan bahwa ancaman-Nya itu pasti terjadi, dan terjadinya pada hari Kiamat. Allah swt menyatakan dalam ayat ini bahwa bagi siapa yang menganiaya dirinya dengan menyibukkan diri pada segala sesuatu di luar ibadat kepada Allah swt, mempersekutukan Allah swt dan men-dustakan para Rasul-Nya, mereka itu akan mendapat bagian siksa seperti bagian yang diperoleh oleh umat-umat terdahulu yang telah mendustakan para rasul mereka.

Janganlah mereka memohon agar Allah swt menyegerakan siksaan-Nya karena Allah swt tidak khawatir kehilangan kesempatan. Ini merupakan jawaban terhadap mereka yang digambarkan oleh Allah dalam ayat:

فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ

Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!” (al-A‘rāf/7: 70)

Dalam ayat yang lain yang sama artinya, Allah berfirman:

اَتٰىٓ اَمْرُ اللّٰهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْ هُ

Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. (an-Naḥl/16: 1)

Isi Kandungan Kosakata

1. Bimalūmin بِمَلُوْمٍ (aż-Żāriyāt/51: 54)

Bimalūm terbentuk dari dua kata yaitu bi sebagai ḥarful-jarr dan malūm yang berasal dari kata lāma-yalūmu-laum yang berarti mencela manusia dengan menyebutkan sesuatu yang menyakitkan. Sebagian mengartikan dengan perasaan bersalah yang menghinggapi diri seseorang. Nafsul Lawwāmah diartikan dengan jiwa manusia yang memiliki keutamaan, disebut lawwāmah karena dia akan merasa bersalah jika melakukan sesuatu yang dibenci. Jadi kalimat laum digunakan pada sesuatu yang tercela atau merasa tercela.

Dalam konteks ayat ini, Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad agar berpaling dari kaum kafir Mekah karena sesungguhnya beliau tidak tercela atau bersalah. Sesudah kaum kafir menyatakan penolakan terhadap dakwah Muhammad saw dan bahkan mengatakan bahwa Muhammad adalah seorang pesihir atau seorang yang gila. Apakah orang-orang kafir generasi lalu bersama orang kafir Mekah saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu menyangkut rasul yang diutus Allah kepada mereka? Tidak, sekali-kali mereka tidak saling berpesan, tetapi sebenarnya mereka adalah kaum yang melampui batas. Untuk itu, berpalinglah wahai Muhammad dari mereka dan jangan hiraukan ucapan dan perangai mereka yang buruk, tetapi lanjutkan dakwahmu karena sedikit pun engkau tidak bersalah se-hingga tidak tercela karena penolakan mereka.

2. Żanūban ذَنُوْبًا (aż-Żāriyat/51: 59).

Żanūban dalam Al-Qur’an disebutkan dua kali, yaitu dalam ayat ini. Ia merupakan isim mufrad (tunggal). Jamaknya żanā'ib bisa juga ażnibah. Kalau aż-żunūb dengan timbangan (wazan) fu‘ūl, artinya dosa-dosa. Kata żanūban dengan wazan fa‘ūl, artinya al-haẓẓ atau an-naṣīb (bagian yang harus diterima). Yang dimaksud disini ialah naṣīban minal-‘ażāb (bagian dari azab). Dalam penuturan orang Arab, menurut Al-Farrā', aż-żanūb artinya ad-dalwul-‘aẓīm (kejadian atau malapetaka yang besar). Maka dalam tafsir dike-mukakan, “Bagi orang-orang zalim benar-benar akan ada bagian siksa yang besar sebagaimana hal itu diberikan kepada orang-orang sebelum mereka).” Hal itu seperti pernah terjadi pada kaum Nabi Nuh dan lain-lain.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto