Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 22 - Surat Aż-Żāriyāt (Yang Menerbangkan)
الذّٰريٰت
Ayat 22 / 60 •  Surat 51 / 114 •  Halaman 521 •  Quarter Hizb 52.75 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ

Wa fis-samā'i rizqukum wa mā tū‘adūn(a).

Di langit terdapat pula (hujan yang menjadi sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.

Makna Surat Az-Zariyat Ayat 22
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

dan di langit yang sangat luas itu terdapat pula sebab-sebab datangnya rezekimu seperti cahaya matahari yang menerangi jagat, hujan yang menyuburkan tanah, angin yang bertiup sepoi-sepoi dan selain itu terdapat pula apa yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nya kepadamu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bahwa di langit terdapat sebab-sebab rezeki bagi manusia seperti turunnya hujan yang menyebabkan datangnya kesuburan tanah pertanian dan perkebunan yang menghasilkan berbagai hasil bumi dan buah-buahan sebagai rezeki bagi manusia dan ternak piaraannya, dan terdapat pula apa yang dijanjikan Allah untuk manusia, yaitu takdir penetapan Allah terhadap manusia itu masing-masing yang semuanya ditulis di Lauḥ Maḥfūẓ.

Sebab-sebab rezeki di langit yang berlaku bagi semua makhluk hidup dan telah umum diketahui paling tidak ada tiga, yaitu air dalam bentuk hujan, angin, dan cahaya matahari. Air menjadi sebab rezeki. Melalui air hujan yang jatuh ke atas tanah dan memberikan kelembaban tanah sehingga memungkinkan ditumbuhi tanaman yang bermanfaat bagi manusia dalam bentuk bahan pangan, sandang dan perumahan. Angin oleh manusia bisa dimanfaatkan energinya bagi pelayaran dan menggerakkan kincir sumber energi, atau menyebabkan terjadinya penyerbukan tanaman, sehingga hasil pembuahannya bisa dimakan manusia (lihat aż-Żāriyāt/51 ayat 1s/d 3). Sedangkan cahaya matahari merupakan sumber utama energi di permukaan bumi yang bisa diperoleh langsung melalui kehangatannya atau secara tidak langsung melalui pertumbuhan tanaman (fotosintesa) pergerakan angin dan siklus hidrologi (lihat: aż-Żāriyāt/51 ayat 1s/d 3). Bahkan energi minyak bumi yang saat ini merupakan sumber enerji yang paling banyak dipakai, berasal dari energi cahaya matahari yang ditangkap oleh organisma laut (plankton), untuk kemudian terakumulasi sebagai endapan yang kemudian berubah menjadi minyak bumi.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yahja‘ūn يَهْجَعُوْن (aż-Żāriyāt/51: 17)

Akar kata yang terdiri dari ha'-jim-‘ain menunjukkan arti “tidur pada malam hari.” Ayat ini menjelaskan tentang sifat orang yang bertakwa, yaitu mereka yang sedikit tidur di malam hari. Selebihnya untuk beribadah kepada Allah. Sebagian mufasir mengartikan ayat ini bahwa mereka (muttaqīn) selalu menyisihkan waktu malam untuk melaksanakan salat, baik di awal malam atau di pertengahannya.

2. Al-Maḥrūm الْمَحْرُوْم (aż-Żāriyāt/51: 19)

Akar katanya ḥa'-ra'-mim maknanya berkisar pada arti al-man‘ atau tercegah, terhalangi dan lain sebagainya. Makanan yang haram adalah makanan yang dicegah untuk dimakan. Tanah Mekah disebut tanah haram karena di tanah ini tidak diberbolehkan melakukan tindakan yang bertentangan dengan kesuciannya. Maḥram adalah orang yang tidak boleh dinikahi. Kata al-maḥrūm pada ayat ini adalah orang yang tidak diberi keluasan rezeki. Sebagian ahli tafsir mengartikannya sebagai orang yang menjaga diri dari meminta-minta, padahal dirinya dalam kekurangan. Sebagian lagi mengartikannya dengan orang yang terkena malapetaka terhadap tanamannya atau hewannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto