Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 24 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 461 •  Quarter Hizb 46.75 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

اَفَمَنْ يَّتَّقِيْ بِوَجْهِهٖ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗوَقِيْلَ لِلظّٰلِمِيْنَ ذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ

Afamay yattaqī biwajhihī sū'al-‘ażābi yaumal-qiyāmah(ti), wa qīla liẓ-ẓālimīna żūqū mā kuntum taksibūn(a).

Apakah orang yang menghindari azab yang buruk dengan wajahnya pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dikatakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah balasan apa yang telah kamu kerjakan.”

Makna Surat Az-Zumar Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka, apakah orang-orang yang tangannya terbelenggu lalu berusaha melindungi diri dengan wajahnya untuk menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat sama dengan orang mukmin yang selamat dari azab dan berhasil masuk surga? Tentu tidak sama. Dan dikatakan kepada orang-orang yang berbuat zalim dan syirik, “Rasakanlah olehmu balasan atas apa yang telah kamu kerjakan berupa kekafiran dan kemusyrikan di dunia.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menegaskan perbedaan keadaan orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang tidak mendapat petunjuk. Orang yang sesat dan tidak mendapat petunjuk dihadapkan ke neraka pada hari Kiamat. Api neraka membakar wajah mereka, dan tangan mereka tidak dapat menutupi wajah mereka dari panas api itu, karena kedua tangan mereka terbelenggu. Lain halnya dengan orang-orang yang beriman. Mereka selamat dari api neraka dan tidak perlu menghindarkan diri dari azab seperti yang ditimpakan kepada orang-orang kafir. Pada hari itu, orang-orang kafir dituding oleh para malaikat sambil berkata, “Rasakanlah olehmu azab neraka yang membakar itu, karena perbuatan-perbuatan yang telah kamu kerjakan dahulu sewaktu hidup di dunia.”

Isi Kandungan Kosakata

1. Li al-Qāsiyah Qulūbuhum لِلْقَاسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ (az-Zumar/39: 22)

Kata qāsiyah adalah isim fā‘il dari kata qasā-yaqsū-qaswatan yang berarti keras. Pada mulanya kata ini digunakan untuk hati, dan selanjutnya ia digunakan untuk segala hal. Kata arḍ qāsiyah berarti tanah yang tidak bisa menumbuhkan suatu tanaman. Kata qaswah juga bisa digunakan untuk menyifati waktu, seperti kata ‘amun qasiyyun yang berarti tahun kekeringan, dan seperti kata lailah qāsiyah yang berarti malam yang sangat gulita.

Kata qulūb adalah jamak dari kata qalb. Kata qalb secara fisik berarti jantung, dan secara spiritual berarti hati. Makna kedua inilah yang dimaksud pada kata ini. Kata qalb terbentuk dari kata qalaba-yaqlibu-qalban yang berarti membalik. Kalimat qalaba al-arḍ berarti ia membalik tanah atau membajak. Hati atau jantung disebut qalb karena ia berbolak-balik dari satu kondisi ke kondisi lain. Qaswatul qalbi berarti hilangnya kelembutan, rahmat, dan ketundukan dari hati. Dan yang dimaksud dengan al-qāsiyah qulūbuhum di sini adalah orang-orang yang hatinya telah menjadi keras dan berpaling dari peringatan Allah, yaitu Al-Qur’an.

2. Taqsya‘irru تَقْشَعِرُّ (az-Zumar/39: 23)

Kata taqsya‘irru adalah fi‘il muḍāri‘ dari iqsya‘arra-yaqsya‘irru-i qsyi‘rāran. Ia terbentuk dari kata qasy‘ara-yuqasy‘iru-qasy ‘aratan. Kata ini hanya sekali disebut di dalam Al-Qur’an, yaitu pada ayat ini. Kalimat taqsya‘irru maknanya berkisar pada mengerut, menggigil, gemetar, dan menjadi kasar. Dan yang dimaksud di sini adalah gemetar karena takut terhadap ancaman yang terdapat di dalamnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto