Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 35 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 35 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 462 •  Quarter Hizb 47 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

لِيُكَفِّرَ اللّٰهُ عَنْهُمْ اَسْوَاَ الَّذِيْ عَمِلُوْا وَيَجْزِيَهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Liyukaffirallāhu ‘anhum aswa'al-lażī ‘amilū wa yajziyahum ajrahum bi'aḥsanil-lażī kānū ya‘malūn(a).

(Demikian itu) agar Allah menghapus (dosa) perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan dan memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang dahulu mereka kerjakan.

Makna Surat Az-Zumar Ayat 35
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Di samping itu, orang-orang yang bertakwa juga beroleh janji, agar Allah senantiasa menghapus, yakni memberikan pengampunan atas perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan, dan juga memberi pahala kepada mereka dengan yang terbaik daripada apa yang mereka kerjakan selama hidup di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Semua rahmat, pahala, dan karunia dilimpahkan Allah kepada mereka. Allah juga mengampuni perbuatan yang paling buruk yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah tidak membalas dosa-dosa dan kesalahan mereka dengan azab, bahkan menutupi dosa dan perbuatan mereka yang buruk itu dan membalas dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Dalam ayat ini didahulukan ampunan dosa daripada pemberian pahala, karena seseorang yang diampuni dosanya telah merasakan ketenangan. Lagi pula, ampunan Allah lebih luas daripada dosa hamba-hamba-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maṡwā مَثْوًى (az-Zumar/39: 32)

Kata maṡwā berasal dari kata kerja ṡawā-yaṡwī, yang artinya bertempat tinggal. Dengan demikian, maṡwa dapat diartikan sebagai tempat tinggal. Pada ayat ini, kata tersebut dipergunakan untuk menyebut neraka yang merupakan tempat tinggal bagi mereka yang kafir atau melakukan kejahatan. Ini artinya, bahwa para pendosa kelak pasti mendapat balasan dari setiap kejahatan yang dilakukannya. Balasan itu berupa hukuman atau siksaan di neraka Jahanam.

2. Al-Muḥsinīn الْمُحْسِنِيْن َ (az-Zumar/39: 34)

Kata al-muḥsinīn berasal dari kata kerja aḥsana-yuḥsinu-iḥsān, yang artinya melakukan kebaikan. Rasulullah saw menjelaskan makna iḥsān sebagai “beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan bila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Dia melihatmu”. Dengan demikian, perintah ihsan bermakna perintah melakukan kegiatan positif, seakan-akan pada saat itu engkau melihat Tuhan, atau merasa diawasi oleh-Nya. Kesadaran akan adanya pengawasan melekat ini mendorong seseorang untuk selalu ingin berbuat sebaik mungkin. Al-Muḥsinīn merupakan ism fā‘il. Penggunaan demikian memberi pengertian bahwa yang disebut muḥsin adalah orang-orang yang selalu berbuat kebaikan secara terus-menerus. Oleh karena itu, mereka layak mendapat balasan dari Allah seperti yang mereka inginkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto