
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Aku pernah punya cita-cita hidup jadi petani kecil
Tinggal di rumah desa dengan sawah di sekelilingku
Luas kebunku sehalaman 'kan kutanami buah dan sayuran
Dan di kandang belakang rumah kupelihara bermacam-macam piaraan
Makna lirik lagu ini mencerminkan keinginan yang tulus dan sederhana untuk menjalani kehid... tampilkan semua
Aku pasti akan hidup tenang jauh
dari bising kota yang kering dan kejam
Aku akan turun berkebun mengerjakan sawah ladangku sendiri
Dan menuai padi yang kuning bernas dengan istri dan anakku
Memang cita-citaku sederhana sebab aku terlahir dari desa
Makna lirik lagu ini menggambarkan keinginan seseorang untuk hidup dengan tenang dan seder... tampilkan semua
Istriku harus cantik, lincah, dan gesit
Tapi ia juga harus cerdik dan pintar
Siapa tahu nanti aku 'kan terpilih jadi kepala desa
'Kan kubangkitkan semangat rakyatku dan kubangun desaku
Makna lirik lagu ini mencerminkan harapan dan aspirasi penulis terhadap sosok istri yang i... tampilkan semua
Desaku pun pasti mengharap aku pulang
Aku pun rindu membasahi bumi dengan keringatku
Tapi semua itu hanyalah tergantung pada-Nya jua
Tapi aku merasa bangga setidak-tidaknya aku punya cita-cita
Tapi aku merasa bangga setidak-tidaknya aku punya cita-cita
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan seseorang terhadap kampung halamannya dan har... tampilkan semua
Lagu "Cita-Cita Kecil Si Anak Desa" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade adalah sebuah refleksi mendalam tentang harapan sederhana seorang anak desa. Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan impian dan kehidupan yang diinginkan penulis, yang sarat akan nuansa keindahan dan kedamaian yang dapat ditemukan di pedesaan.
Mimpi Menjadi Petani
Sejak awal lagu, penulis menekankan mimpinya menjadi seorang petani kecil yang hidup dengan sederhana di desa. Rindu untuk tinggal di rumah desa yang dikelilingi sawah menciptakan gambaran akan kehidupan yang harmonis dan dekat dengan alam:
- Harapan akan Ketentraman: Hidup tenang jauh dari hiruk-pikuk kota alias 'kota yang kering dan kejam' menunjukkan keinginan penulis untuk menyatu dengan alam dan menjauh dari stres kehidupan urban.
- Nilai Pertanian: Mencintai tanah pertanian serta keterlibatan langsung dalam bertani menunjukan bahwa penulis mengapresiasi akar kehidupan agraris yang kental di desanya.
Keluarga dan Kebersamaan
Lebih lanjut, lirik ini juga menyoroti pentingnya keluarga dalam hidup penulis. Diharapkan istri dan anak-anak bisa turut serta dalam kehidupan sederhana ini, menciptakan kebersamaan yang erat:
- Cita-Cita untuk Keluarga: Penulis mendambakan istri yang tidak hanya cantik, tetapi juga cerdik dan pintar, menandakan kebutuhan untuk saling mendukung dalam membangun kehidupan bersama.
- Kerjasama dalam Kehidupan: Kegiatan berkebun dan mengerjakan ladang bersama-sama menekankan bahwa kebersamaan dalam keluarga adalah hal yang sangat bernilai.
Harapan untuk Masyarakat
Selain fokus pada kehidupan pribadi, penulis juga menyiratkan keinginan untuk berkontribusi pada masyarakat sebagai kepala desa. Ini menunjukkan kepedulian penulis terhadap lingkungannya:
- Semangat Pembangunan: Cita-citanya untuk membangkitkan semangat rakyat dan membangun desa menunjukkan sebuah panggilan untuk membangun komunitas yang lebih baik.
- Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab: Penulis menyadari bahwa jabatan tersebut harus dimiliki oleh seseorang yang peduli pada rakyat dan desanya sendiri.
Kesimpulan
Lagu ini pada akhirnya menyampaikan pesan penting mengenai cita-cita dan harapan. Meskipun terlihat sederhana, mimpi menjadi petani kecil dan mengembangkan desa adalah bentuk aspirasi yang patut diapresiasi. Melalui liriknya, Ebiet G. Ade mengajak pendengar untuk mengenali nilai dari cita-cita, bahkan yang tampaknya kecil sekalipun, serta pentingnya menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga dan komunitas. Rasa bangga memiliki cita-cita, meskipun sederhana, adalah inti dari lagu ini, yang terus menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah berhenti bermimpi.



































