
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Semalaman
Aku terbaring di sini
Di balik dinding
Bambu yang tua, ku sendiri
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kesendirian dan keterasingan seseorang yang te... tampilkan semua
Buku jariku
Meregang, aku ingin berdiri
Tapi bulu kudukku
Menari lembut dihembus angin
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan ketidakpastian dan keraguan seseorang dalam me... tampilkan semua
Aku bernyanyi untuk menahan letih
Bukan jatuh cinta padamu, gadis manis
Telah kupejamkan semua mata
Bagi cinta kasih yang gemerlapan
Makna lirik lagu ini menggambarkan usaha seseorang untuk melupakan kelelahan dan kekecewaa... tampilkan semua
Biar kubenahi hasrat di hati
Ke mana pun langkah ′kan kubawa lari
Tubuh dan sukmaku yang dalam sakit
Dibakar semangat bumi yang semakin
Tak bisa kumengerti
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah perjuangan batin yang intens, di mana penulis in... tampilkan semua
Sekarang pun
Aku masih ragu-ragu
Mesti ke manakah
Mataku memandang jauh?
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan bingung dan keraguan seseorang yang sedang men... tampilkan semua
Biar kubenahi hasrat di hati
Ke mana pun langkah 'kan kubawa lari
Tubuh dan sukmaku yang dalam sakit
Dibakar semangat bumi yang semakin
Tak bisa kumengerti
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang dalam menghadapi gejolak perasaan ... tampilkan semua
Lagu "Frustrasi" karya Ebiet G. Ade mengungkapkan perasaan kompleks yang dialami seseorang dalam menghadapi kesedihan dan ketidakpastian. Lirik yang dihadirkan menggambarkan situasi di mana sang tokoh terasa terjebak dalam kesendirian dan ketidakberdayaan, serta mencoba untuk berjuang melawan rasa lelah yang menyelimuti jiwa.
Makna Di Balik Kesendirian
Diawali dengan deskripsi keadaan yang melankolis, "Semalaman aku terbaring di sini, di balik dinding bambu yang tua, ku sendiri," menandakan rasa terasing dan kesepian yang mendalam. Dinding bambu yang tua dapat diartikan sebagai simbol dari batasan dan keterasingan, di mana sang tokoh merasa terkurung oleh keadaan tanpa bisa menemukan jalan keluar.
Penyanyi yang Berjuang Melawan Kelelahan
Pada bait berikutnya, ada ungkapan keinginan untuk bangkit dari situasi tersebut, "Buku jariku meregang, aku ingin berdiri." Namun, rasa takut dan keraguan membayangi, diungkapkan dengan "tapi bulu kudukku menari lembut dihembus angin." Ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang menghalangi langkah, meskipun ada dorongan dari dalam diri untuk melanjutkan.
Melodi untuk Menahan Letih
Penggunaan frasa "aku bernyanyi untuk menahan letih" menunjukkan bahwa musik menjadi pelarian bagi sang tokoh untuk menangkal kelelahan mental dan emosional. Bernyanyi menjadi cara mengekspresikan rasa sakit tanpa harus terjebak dalam kesedihan yang lebih dalam. Meski demikian, tindakan ini bukanlah dengan tujuan untuk jatuh cinta, "Bukan jatuh cinta padamu, gadis manis," melainkan lebih kepada refleksi diri dan mengatasi antusiasme yang menyakitkan.
Penerimaan akan Kenyataan
Seiring dengan berjalannya lirik, terdapat penekanan pada usaha untuk "kubawa lari tubuh dan sukma yang dalam sakit". Ini menunjukkan penerimaan akan kondisi yang dihadapi dan usaha untuk mencari makna di balik penderitaan. Dalam konteks ini, Ebiet tidak hanya menggambarkan keputusasaan, tetapi juga harapan untuk menemukan jalan keluar dari perasaan tersebut.
Kesimpulan
Lagu "Frustrasi" adalah representasi yang kuat dari pengalaman manusia yang universal—perjuangan melawan kesedihan dan ketidakberdayaan. Dengan gaya penulisan yang puitis dan mendalam, Ebiet G. Ade berhasil menyampaikan pesan bahwa dalam kesendirian dan kesulitan, musik dan refleksi diri dapat menjadi alat penyembuh. Ini adalah karya yang bukan hanya mendayu-dayu, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungkan perjalanan hidup dan makna di balik rasa frustrasi yang dialami.


































