
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Engkau terlena
Dalam pelukan dingin malam
Matamu terpejam
Kembang masih erat kau genggam
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan cinta dan ketenangan yang dialami seseorang saa... tampilkan semua
Butir pasir bertebangan
Sinar bulan berkilauan
Kau tersenyum
Dalam diam
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana yang tenang dan indah, di mana elemen alam sepe... tampilkan semua
Kau tertidur makin lelap
Seperti bintang wajahmu gemerlap
Ku dekap erat sukmamu
Kuselimuti tubuhmu
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan cinta dan kasih sayang yang mendalam antara pe... tampilkan semua
Aku terjaga
Pekik ombak laut selatan
Matahari pagi
Di atas puncak bukit karang
Makna lirik lagu ini mencerminkan suasana ketenangan dan keindahan alam, di mana penggamba... tampilkan semua
Sebatang pohon kering
Membelah matahariku
Ku bertanya
Kepadamu
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang merindukan kehangatan dan cahay... tampilkan semua
Mimpi indahkah kau semalam
Kiranya kini kau telah hilang musnah
Seperti namamu yang kutulis di pasir
Di telan ombak Pantai laut selatan
Makna lirik lagu ini menggambarkan kesedihan dan kehilangan yang dialami seseorang ketika ... tampilkan semua
Lagu "Mimpi Di Parang Tritis" yang diusung oleh Ebiet G. Ade adalah sebuah karya seni yang sarat akan makna dan emosional. Melalui liriknya yang puitis, Ebiet menyampaikan perasaan cinta dan kehilangan yang mendalam, menjadikan lagu ini sebagai salah satu balada yang abadi dalam dunia musik Indonesia.
Keindahan dan Kenangan dalam Pelukan Malam
Diawali dengan imaji yang cantik, lirik pertama menggambarkan suasana malam yang tenang dan hangat. "Engkau terlena dalam pelukan dingin malam" merupakan penggambaran intim yang menunjukkan kedekatan antara dua insan. Mata yang terpejam dan kembang yang masih digenggam memperlihatkan sebuah momen berharga yang diabadikan dalam ingatan.
Kontras antara Kebahagiaan dan Kesedihan
Dalam bait selanjutnya, terdapat kontras yang mencolok antara kebahagiaan dan kesedihan. Gambar "butir pasir bertebangan" dan "sinar bulan berkilauan" menciptakan suasana magis, sementara "ku bertanya, kepadamu, mimpi indahkah kau semalam" mengisyaratkan keraguan dan rasa kehilangan. Ada nuansa hampa ketika sebuah mimpi indah bisa saja lenyap seperti itu saja, seolah diambil dari kehidupan oleh waktu.
Pencarian Makna di Balik Kehilangan
Salah satu bagian paling menyentuh dari lirik ini adalah ketika penyanyi menghadapi kenyataan bahwa cintanya yang dulu kini telah menghilang. "Kiranya kini kau telah hilang musnah, seperti namamu yang kutulis di pasir, di telan ombak Pantai laut selatan". Kalimat ini menggambarkan betapa rapuh dan fana-nya cinta, dimana jejaknya dapat lenyap hanya dalam sekejap, seperti tulisan di atas pasir pantai yang dihapus oleh ombak.
Pesan Universal tentang Cinta dan Kehilangan
- Cinta adalah Keindahan: Lagu ini awalnya mengisahkan tentang keindahan cinta yang terlihat dalam momen-momen sederhana.
- Kehilangan adalah Kenyataan: Ebiet mengingatkan kita bahwa cinta juga dapat berujung pada kehilangan yang menyakitkan.
- Refleksi Diri: Melalui lirik ini, pendengar diajak untuk merenungkan kekuatan dan kelemahan cinta mereka sendiri.
Dengan semua kedalaman makna yang dikemas dalam liriknya, "Mimpi Di Parang Tritis" tidak hanya sekadar lagu, tetapi juga sebuah karya sastra yang memikat hati dan pikiran. Ebiet G. Ade berhasil menangkap esensi cinta dan kehilangan dengan cara yang sangat puitis sehingga pendengar dapat merasakan dan menghayati setiap kata yang terucap. Lagu ini tetap relevan, mengingatkan kita bahwa di balik kebahagiaan dapat terdapat kesedihan, dan di balik setiap mimpi, mungkin ada kenangan yang tak terlupakan.


































