
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Nearer, my God, to Thee
Nearer to Thee
E′en though it be a cross that raiseth me
Still all my song shall be nearer, my God, to Thee
Nearer, my God, to Thee, nearer to Thee
Heaven has forsaken the masturbator
The Heaven has forsaken the masturbator
Masturbator
Masturbator
No one you know is a good person
Fast, reckless driving often leads to slow, sad music
Heaven
Heaven
Heaven
Heaven has forsaken the masturbator
Heaven has forsaken the masturbator
It's happening to everybody
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjuangan spiritual dan moral individu yang merasa tera... tampilkan semua
Lebih dekat kepada-Mu
Meskipun itu adalah salib yang mengangkatku
Tetap saja, semua laguku akan lebih dekat, Tuhanku, kepada-Mu
Lebih dekat,... tampilkan semua
Pendahuluan
Lagu "Perverts" karya Ethel Cain merupakan sebuah karya yang menggugah pikiran dan emosi. Melalui lirik yang dihadirkan, Ethel Cain tidak hanya menyampaikan sebuah cerita, tetapi juga mengeksplorasi tema-tema yang dalam dan kompleks. Dengan perpaduan antara pengalaman pribadi dan refleksi sosial, lagu ini membawa pendengar ke dalam perjalanan batin yang sarat makna.
Analisis Lirik
Lagu ini dimulai dengan pengulangan frasa "Nearer, my God, to Thee" yang mengisyaratkan sebuah kerinduan spiritual dan pencarian kedekatan dengan hal yang lebih tinggi. Namun, kombinasi dengan frasa "E′en though it be a cross that raiseth me" menunjukkan bahwa perjalanan menuju kedekatan tersebut tidaklah mudah; ada tantangan dan pengorbanan yang harus dihadapi.
Selanjutnya, penekanan pada frase "Heaven has forsaken the masturbator" mengungkapkan sebuah kritik terhadap persepsi moralitas dan judgements yang ada di masyarakat. Istilah "masturbator" diulang beberapa kali, yang menunjukkan bahwa individu yang terjebak dalam kegiatan tersebut, mungkin menjadi simbol dari berbagai bentuk pengabaian dan stigma dalam masyarakat.
Makna yang Lebih Dalam
Melalui pengulangan tema ini, Ethel Cain sepertinya ingin menekankan bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna, dengan lirik "No one you know is a good person" yang menonjol. Ini menggambarkan kenyataan bahwa kita semua memiliki cacat dan bisa melakukan kesalahan. Penyampaian bahwa "Fast, reckless driving often leads to slow, sad music" bisa diartikan sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil; bahwa gaya hidup yang sembrono sering kali hasilnya adalah kesedihan dan refleksi yang lambat.
Kesimpulan
Lagu "Perverts" oleh Ethel Cain merupakan sebuah karya yang kaya akan makna dan penuh dengan simbolisme yang kuat. Dengan menggabungkan tema spiritual, moral, dan kritik sosial, Ethel Cain berhasil menciptakan sebuah narasi yang menggugah pikiran. Lirik-liriknya menunjukkan pentingnya introspeksi dan kesadaran akan imperfeksi dalam diri dan masyarakat. Melalui lagu ini, pendengar diingatkan akan kompleksitas sifat manusia dan pentingnya menerima diri sendiri, meskipun dalam keterbatasan yang ada.












































