بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۚ فَاَعْرَضَ اَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
Basyīraw wa nażīrā(n), fa'a‘raḍa akṡaruhum fahum lā yasma‘ūn(a).
yang membawa berita gembira dan peringatan. Akan tetapi, kebanyakan mereka berpaling (darinya) serta tidak mendengarkan.
Al-Qur’an itu adalah kitab yang membawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan peringatan bagi orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, tetapi sangat disayangkan karena kebanyakan dari mereka orang-orang yang membuat kerusakan itu berpaling dari petunjuk-Nya serta hal itulah yang membuat mereka tidak mendengarkan yakni tidak menyambut berita gembira dan per-ingatan itu.
Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur’an membawa berita gembira bagi orang-orang yang mengamalkan petunjuk-Nya. Ia juga membawa berita yang menakutkan bagi orang-orang yang mengingkarinya. Orang yang mengikuti petunjuknya akan memperoleh kenikmatan hidup di dunia dan akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan di akhirat. Sedangkan orang yang mengingkarinya dan mendustakan ayat-ayatnya akan memperoleh kesengsaraan yang tidak terhingga di akhirat nanti.
Sekalipun demikian tujuan dan isi Al-Qur’an, namun orang-orang musyrik tetap tidak mengacuhkannya, bahkan mereka menyombongkan diri, tidak mau mendengarkan, apalagi mengikuti petunjuk-petunjuknya.
Fuṣṣilat فُصِّلَتْ (Fuṣṣilat/41: 3)
Fuṣṣilat adalah fi‘il māḍī mabni majhūl, yaitu kata kerja untuk waktu lampau (sudah terjadi) dalam bentuk pasif. Kata fuṣṣilat artinya: telah dirinci, diterangkan, dijelaskan. Pada ayat 3 ini, Allah menerangkan bahwa Al-Qur’an itu adalah sebuah kitab penting untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, kitab ini telah dijelaskan secara rinci surah demi surah, ayat demi ayat, sehingga mudah dilaksanakan. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad pada awal abad ke-7 M. Jika kita perhatikan keadaan saat itu pengetahuan manusia masih sangat sederhana, belum ada teori-teori Ilmu Komunikasi, Ekonomi, Sosiologi, dan Politik seperti sekarang ini. Ilmu-ilmu Fisika, Kimia, Biologi, Geologi, Geodesi, Optik, dan lain-lain juga belum ada saat itu. Akan tetapi, Al-Qur’an dengan bahasa yang sederhana yang dapat dipahami masyarakat luas, yaitu bahasa Arab sebagai bahasa ibu (mother tounge) masyarakat Jazirah Arabia yang menjadi media pertama diturunkannya agama Islam yang dibawa oleh Nabi terakhir Muhammad untuk seluruh umat manusia. Maka sangat tepat Al-Qur’an dijelaskan secara rinci ayat-ayatnya untuk dapat dipahami dan diamalkan petunjuk-petunjuknya bagi setiap anggota masyarakat, sehingga terjadi perubahan sosial (social change) secara dinamik dan besar-besaran.













































