
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kuatnya belenggu besi
Mengikat kedua kaki
Tajamnya ujung belati
Menujam di ulu hati
Sanggupkah tak akan lari
Walau akhirnya pasti mati?
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan dan ketahanan jiwa dalam menghadapi berbagai... tampilkan semua
Di kepala tanpa baja
Di tangan tanpa senjata
Ah, itu soal biasa
Yang singgah di depan mata kita
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi di mana seseorang menghadapi tantangan atau kon... tampilkan semua
Lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita
Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
Banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan
Menyerang dalam gelap
Makna lirik lagu ini menggambarkan semangat perjuangan dan ketahanan dalam menghadapi berb... tampilkan semua
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah perjalanan emosional yang penuh dengan konflik d... tampilkan semua
Setan-setan politik yang datang mencekik
Walau di masa paceklik tetap mencekik
Makna lirik lagu ini menggambarkan kritik terhadap kondisi politik yang represif dan menin... tampilkan semua
Apakah selamanya politik itu kejam?
Apakah selamanya dia datang ′tuk menghantam?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan?
Menjilat, menghasut, menindas
Memperkosa hak-hak sewajarnya
Makna lirik lagu ini menggambarkan kritik mendalam terhadap realitas politik yang sering k... tampilkan semua
Maling teriak maling, sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing-kencing
Tikam dari belakang, lawan lengah diterjang
Lalu sibuk mencari kambing hitam
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi ketidakadilan dan pengkhianatan di dalam masyar... tampilkan semua
Selusin kepala tak berdosa
Berteriak hingga serak
Di dalam negeri yang congkak
Lalu senang dalang tertawa
"Ya-ha-ha!"
Makna lirik lagu ini mengungkapkan kritik sosial terhadap ketidakadilan dan penindasan yan... tampilkan semua
Apakah selamanya politik itu kejam?
Apakah selamanya dia datang 'tuk menghantam?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan?
Makna lirik lagu ini menggambarkan refleksi mendalam tentang ketidakadilan dan kekejaman d... tampilkan semua
Lagu "Sumbang" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Iwan Fals, merupakan salah satu karya yang mencerminkan kepedihan dan keprihatinan terhadap berbagai isu sosial dan politik di Indonesia. Liriknya yang tajam dan penuh makna menggambarkan realitas masyarakat yang terbelenggu, khususnya dalam konteks politik yang keras.
Belenggu dan Kekejaman Politik
Diawali dengan penggambaran "kuatnya belenggu besi mengikat kedua kaki," Iwan Fals seolah ingin menegaskan bahwa banyak individu atau kelompok yang terjebak dalam sistem yang mengekang. Kekuatan simbolis dari belenggu ini mencerminkan ketidakberdayaan masyarakat untuk bergerak bebas. Selanjutnya, lirik yang menyebutkan "tajamnya ujung belati menuam di ulu hati" menggambarkan rasa sakit dan pengkhianatan yang dirasakan oleh masyarakat akibat tindakan-tindakan represif.
Keberanian dan Ketahanan
Pertanyaan retoris dalam lirik, "Sanggupkah tak akan lari walau akhirnya pasti mati?" menunjukkan tantangan moral yang dihadapi oleh banyak orang dalam menghadapi ketidakadilan. Ini menciptakan kesan bahwa meskipun ada ancaman yang sangat mengerikan, individu masih diharapkan untuk bertahan dan tidak lari dari realitas yang pahit.
Realitas Sosial yang Lusuh
Frasa "lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita" memberikan gambaran yang kuat tentang rasa kehilangan akan identitas dan semangat perjuangan. Kain bendera yang lusuh bisa diartikan sebagai lambang dari harapan yang semakin memudar. Namun, Iwan menegaskan bahwa ini bukan alasan untuk menyerah, "bukan satu alasan untuk kita tinggalkan." Hal ini menunjukkan bahwa meski banyak yang salah, harus ada upaya untuk memperbaiki kondisi.
Politik dan Ketidakadilan
Dalam liriknya, Iwan Fals menyoroti sisi gelap politik yang sering kali menyakiti masyarakat melalui frasa "setan-setan politik yang datang mencekik." Rasa frustrasi terhadap sistem yang ada terus berlanjut dengan pertanyaan puitis, "Apakah selamanya politik itu kejam?" Pertanyaan ini merefleksikan keraguan dan harapan bahwa mungkin suatu saat akan ada perubahan yang lebih baik.
Kesimpulan
Lagu "Sumbang" adalah sebuah karya yang sangat relevan dan mencerminkan kondisi sosial yang kompleks. Melalui lirik yang tajam, Iwan Fals berhasil menyampaikan pesan tentang ketidakadilan, perjuangan, dan harapan untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Pesan yang terkandung dalam lagu ini, meskipun ditulis dalam konteks tertentu, tetap universal dan dapat diterapkan dalam banyak situasi di berbagai belahan dunia.











































