اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ
Ulā'ikal-lażīna la‘anahumullāhu fa aṣammahum wa a‘mā abṣārahum.
Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka.
Orang-orang munafik yang bersikap seperti yang disebutkan di atas, mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah. Mereka telah dijauhkan dari rahmat dan kasih sayang Allah, lalu dibuat tuli pendengarannya sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang mereka dengar, dan dibutakan penglihatannya sehingga tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang mereka saksikan.
Orang-orang munafik yang bersikap seperti yang disebutkan di atas telah dijauhkan Allah dari rahmat-Nya. Oleh karena itu, Allah menghilangkan pendengaran mereka sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang dapat mereka dengar, dan Allah membutakan mereka sehingga mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang mereka lihat.
al-Magsyiyyu الْمَغْشِيُّ (Muḥammad/47: 20)
Kata al-magsyiyyu adalah isim maf‘ūl (kata benda objek) dari kata gasyiya-tagsya-gasywah yang berarti menutupi, sebagaimana dalam firman Allah, “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang).” (al-Lail/92: 1) Kata gisyāwah berarti penutup yang mengunci hati, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan penglihatan mereka ditutup.” (al-Baqarah/2: 7). Kiamat disebut al-gāsyiyah karena huru-haranya menutupi seluruh makhluk. Secara keseluruhan, penggunaan kata gasyiya dan semua derivasinya berkisar pada ‘menutupi’. Akan tetapi, bila kata gasyiya ditransitifkan dengan bantuan kata ‘alā, maka ia berarti ‘pingsan’, seperti penggunaan kata gasyiya pada ayat yang sedang ditafsirkan ini, dan di dalam firman Allah Ta‘ala, “Mereka kikir terhadapmu apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati…” (al-Aḥzāb/33: 19)













































