Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Mungkin Nanti
Alternative Rock, Pop
2022 • 4:29 • Track 2/8
Noah
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan perpisahan terakhir antara dua orang yang dulunya bersama. Sang narator meminta agar tidak ada pertanyaan tentang perasaan yang telah mati saat mereka bertemu lagi di masa depan. Ia ingin meninggalkan masa lalu tanpa penyesalan atau menghidupkan kembali kenangan yang menyakitkan.
Makna Lirik
Saatnya ku berkata
Mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua
Kuyakin inilah waktunya

Narator merasa ini adalah saat yang tepat untuk berbicara dan mungkin ini adalah kesempata... tampilkan semua

Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Narator mengakui kemungkinan bahwa orang yang dicintainya telah berubah dan perasaan yang ... tampilkan semua

Dan mungkin bila nanti
Kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba
Tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin
Saat semua di sini

Narator berharap jika mereka bertemu lagi di masa depan, pasangannya tidak akan mengungkit... tampilkan semua

Dan bila hatimu termenung
Bangun dari mimpi-mimpimu
Membuka hatimu yang dulu
Cerita saat bersamaku

Narator berharap bahwa jika pasangannya merenungkan masa lalu, dia akan bangun dari mimpin... tampilkan semua

Tak usah kau tanyakan lagi
Simpan untukmu sendiri
Semua sesal yang kau cari
Semua rasa yang kau beri

Narator meminta agar pasangannya tidak lagi menanyakan tentang masa lalu dan menyarankan a... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Mungkin Nanti" yang dinyanyikan oleh grup musik asal Indonesia, Noah, menghadirkan sebuah kisah mendalam tentang cinta, kepergian, dan harapan akan pertemuan di masa depan. Dengan lirik yang penuh perasaan, lagu ini berhasil menyentuh hati pendengar, menjadikannya salah satu karya yang mudah diingat dan dinyanyikan.

Pesan Utama dalam Lirik

Lagu ini dimulai dengan ungkapan "Saatnya ku berkata, mungkin yang terakhir kalinya", mengisyaratkan bahwa sebuah perpisahan mungkin tidak dapat dihindari. Ini menunjukkan bahwa si penyanyi telah mencapai titik di mana segala yang ada harus dilepaskan. Di sini, terungkap rasa sedih sekaligus penerimaan, sebuah momen refleksi yang mendalam.

  • Penerimaan terhadap Perpisahan: Penyanyi mengajak pendengar untuk melepaskan segala kenangan dan emosinya. Ia yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk berpisah, menandakan bahwa dia telah memikirkan keputusan ini dengan matang.
  • Perubahan dalam Hubungan: Terdapat penggalan lirik yang menyatakan "Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi". Ini menunjukkan bahwa hubungan yang dulunya intim dan penuh rasa telah berubah. Perubahan itu menjadi sebuah kenyataan yang pahit, namun tidak dapat dihindari.

Harapan dan Kesedihan

Pada bagian lirik yang mengatakan, "Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi", terdapat sebuah harapan yang tersimpan di dalamnya. Penulis lirik seolah ingin menyampaikan bahwa meskipun saat ini mereka harus terpisah, masih ada kemungkinan untuk bertemu di masa depan. Pertemuan ini membawa konotasi penuh harapan, meskipun terkadang bisa terasa samar.

Lirik tersebut juga menyiratkan keinginan untuk menjaga kenangan yang ada: "Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali". Ini mencerminkan betapa sulitnya untuk kembali ke masa lalu dan membicarakan perasaan yang telah ditinggalkan. Terkadang, lebih baik untuk menyimpan kenangan manis dalam hati tanpa mencampurkannya dengan pertanyaan yang menyakitkan.

Kesedihan yang Mendalam

Bagian lain dari lagu ini mengekspresikan kesedihan yang mungkin dialami si penyanyi, seperti dalam lirik "Rasa yang kutinggal mati". Ini melambangkan betapa dalamnya rasa sakit saat harus melepaskan cinta yang telah ada. Rasa tersebut tidak bisa dibangkitkan kembali, dan mengingat masa lalu hanya akan membawa kesedihan lebih jauh.

Perenungan dan Ketulusan

Lagu ini juga mendorong pendengar untuk melakukan refleksi: "Dan bila hatimu termenung, bangun dari mimpi-mimpimu". Lirik ini menunjukkan pentingnya bangkit dari keterpurukan dan menghadapi kenyataan meski pahit. Ketika hatimu menemukan ketenangan, saat itu juga mungkin saat yang tepat untuk berjalan maju.

Penutup

"Mungkin Nanti" dari Noah merupakan sebuah karya yang mendalam, menggambarkan kerumitan emosi dalam cinta dan perpisahan. Dengan lirik yang menyentuh, lagu ini berhasil membangkitkan perasaan nostalgia, harapan, dan kesedihan. Noah, melalui lagu ini, mengajak pendengar untuk merenung dan menemukan kedamaian meski dalam perpisahan yang menyakitkan. Kekuatan lirik dan melodi yang harmonis membuat "Mungkin Nanti" layak didengarkan kembali, terutama bagi mereka yang pernah merasakan sakitnya perpisahan.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto