
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Sudah maafkan aku, segala salahku
Dan bila kau tetap bisu, ungkapkan salahmu
Narator meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuatnya dan menginginkan pasangannya u... tampilkan semua
Dan aku sifatku, dan aku khilafku
Dan aku cintaku, dan aku rinduku
Narator mengakui sifat-sifat dan kelemahannya, termasuk kesalahan-kesalahan yang telah dip... tampilkan semua
Sudah lupakan semua, segala berubah
Dan kita terlupa, dan kita terluka
Narator menyarankan untuk melupakan masa lalu karena segala sesuatu telah berubah. Mereka ... tampilkan semua
Kutanya malam, dapatkah kau lihatnya
Perbedaan yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah?
Ada apa denganmu?
Narator bertanya kepada malam, metafora untuk waktu atau introspeksi, apakah ia bisa melih... tampilkan semua
Hanya malam dapat meleburkan
Segala rasa yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah?
Ada apa denganmu?
Narator menyatakan bahwa hanya waktu (malam) yang bisa menyelesaikan atau menghapus perasa... tampilkan semua
Lagu "Ada Apa Denganmu" adalah salah satu karya yang terkenal dari band Indonesia, Noah. Melalui lirik yang mendalam, lagu ini menyampaikan perasaan kompleks tentang cinta, penyesalan, dan ketidakpastian dalam sebuah hubungan. Dalam artikel ini, kita akan mengupas makna dan emosi yang terkandung dalam setiap bait dari lirik tersebut.
Peletakan Emosi Dalam Lirik
Lagu ini dimulai dengan pengakuan dan permohonan maaf. Lirik "Sudah maafkan aku, segala salahku" menggambarkan keinginan untuk mengakhiri konflik dan membuka lembaran baru dalam hubungan. Frasa ini menunjukkan kerentanan penulis yang berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.
Berlanjut ke kalimat, "Dan bila kau tetap bisu, ungkapkan salahmu," menunjukkan harapan akan komunikasi yang jujur. Di sini, terdapat kerinduan akan kejelasan dalam hubungan, di mana kedua belah pihak diharapkan dapat saling terbuka mengenai kesalahan masing-masing.
Identitas Diri dan Cinta
Di bagian selanjutnya, lirik "Dan aku sifatku, dan aku khilafku" mencerminkan penerimaan diri dan kesadaran akan kekurangan yang dimiliki. Penulis tidak hanya mengakui kesalahan, tetapi juga identitas dan karakter mereka. Lirik ini menggambarkan bahwa cinta tidak selalu sempurna, namun merupakan perjalanan yang penuh pembelajaran.
Penulis juga mengekspresikan rasa cinta dan kerinduan yang mendalam, sebagaimana tergambarkan dalam bait "Dan aku cintaku, dan aku rinduku." Ekspresi ini menunjukkan bahwa meskipun ada masalah dalam hubungan, cinta tetap menjadi kekuatan yang mengikat.
Perubahan dan Kesedihan
Salah satu tema sentral dalam lagu ini adalah perubahan. Lirik "Sudah lupakan semua, segala berubah" menunjukkan kesadaran bahwa waktu akan membawa perubahan, bahkan dalam hal-hal yang kita anggap pasti. Keberlanjutan hubungan menjadi tanda tanya, seperti yang tertuang dalam "Dan kita terlupa, dan kita terluka." Di sini, kesedihan dan kehilangan menjadi bagian dari perjalanan cinta yang rumit.
Pencarian Makna di Tengah Malam
Ketika penulis bertanya, "Kutanya malam, dapatkah kau lihatnya," mencerminkan pencarian makna di tengah kegelapan. Malam menjadi simbol tempat berkontemplasi, meluangkan waktu untuk merenung tentang perbedaan yang mungkin tersembunyi dalam diri masing-masing pasangan.
Ketidakpastian dan Harapan
Sebagaimana lirik "Tapi mengapa kau tak berubah? Ada apa denganmu?" menggambarkan ketidakpastian dan kebingungan. Ada rasa frustrasi yang dirasakan penulis ketika tidak melihat perubahan yang diharapkan dari pasangan. Ini menunjukkan bahwa meski cinta itu ada, terkadang tantangan untuk berubah menjadi rintangan tersendiri.
Pelepasan Emosi
Penutup yang dalam pada lirik ini terkait dengan peran malam sebagai penawar emosi, "Hanya malam dapat meleburkan segala rasa yang tak terungkapkan." Ini menyoroti bahwa waktu dan refleksi adalah penting dalam menyembuhkan luka yang mungkin telah terjadi dalam hubungan.
Kesimpulan
"Ada Apa Denganmu" oleh Noah bukan sekadar sebuah lagu, tetapi sebuah kisah yang menggambarkan dinamika emosional dalam cinta. Dengan lirik yang puitis, lagu ini berhasil menangkap kerentanan, kerinduan, dan harapan, membuat pendengar merasakan kompleksitas dari sebuah hubungan. Pesan yang terkandung dalam lagu ini akan terus relevan, mengingat bahwa cinta seringkali diwarnai oleh tantangan dan perubahan yang harus dihadapi bersama.










































