
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Awal ku melihat
Kuyakin ini bukanlah yang biasa
Mengagumkan
Melemahkan aku melihat tatap matanya
Narator mengungkapkan kekagumannya saat pertama kali melihat seseorang yang istimewa. Tata... tampilkan semua
Garis tawanya
Waktu berhenti apabila ku memandangnya
Mengagumkan
Melemahkan aku melihat tatap matanya
Tatapan dan senyum orang tersebut memiliki efek yang sangat kuat pada narator, hingga wakt... tampilkan semua
Khayalan ini setinggi-tingginya
Seindah-indahnya
Tempatku memikirkannya
Bila ku dapat kusimpan wajahnya
Memegang indahnya
Berpura memilikinya
Narator membayangkan sosok orang yang dikaguminya dengan cara yang sangat idealistis dan i... tampilkan semua
Yang kunanti
Saat memegang tangannya
Sampai nanti
Tetap memegang tangannya
Narator menantikan momen di mana dia bisa memegang tangan orang yang dikaguminya. Harapann... tampilkan semua
Lagu "Khayalan Tingkat Tinggi" yang dibawakan oleh band ternama Indonesia, Noah, merupakan sebuah karya yang menyentuh aspek perasaan cinta dan kerinduan. Melalui liriknya yang puitis, Noah berhasil menciptakan nuansa yang dalam dan menyentuh hati pendengar. Mari kita eksplorasi lebih jauh tentang artinya dan pengalaman yang tergambar dalam lagu ini.
Pengantar dari Lirik
Dalam bait pembuka lagu ini, terdapat ungkapan kekaguman dan keajaiban saat melihat seseorang yang istimewa. "Awal ku melihat, kuyakin ini bukanlah yang biasa," menandakan bahwa kehadiran orang tersebut memberi dampak yang luar biasa dalam hidupnya. Lirik ini menggambarkan bagaimana perasaan jatuh cinta biasanya muncul dengan cara yang tak terduga.
Pesona dalam Tatapan
Menyusuri lebih lanjut, lirik "Melemahkan aku melihat tatap matanya" menunjukkan bahwa tatapan mata orang yang dicintai memiliki kekuatan yang bisa membuat hati bergetar. Hal ini mengisyaratkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang fisik, tetapi juga bagaimana seseorang bisa terpengaruh oleh kehadiran orang lain melalui pandangan dan aura mereka.
Fenomena Waktu yang Terhenti
Bagian berikutnya lirik, yakni "Waktu berhenti apabila ku memandangnya," menggambarkan betapa intensnya momen ketika seseorang sedang melihat orang yang dicintainya. Ini menyiratkan bahwa cinta bisa menciptakan ilusi di mana segala sesuatu di sekitar seolah-olah menghilang, hanya menyisakan dua orang yang berbagi momen itu. Hal ini membawa kita pada perasaan nostalgia dan keinginan untuk selalu mengingat momen-momen indah itu.
Khayalan Sebagai Pelarian
Lirik "Khayalan ini setinggi-tingginya, seindah-indahnya," membawa kita memahami bahwa dalam cinta, ada elemen imajinasi yang sangat kuat. Khayalan tentang cinta adalah cara untuk menghidupkan harapan dan keindahan yang sering kali tidak bisa dijangkau dalam realitas. Dalam hal ini, penggambaran khayalan seakan menjadi pelarian bagi penulis lirik, yang merindukan kehadiran dan kasih sayang dari orang tercinta.
Rindu yang Mendalam
Selanjutnya, lirik menunjukkan keinginan untuk memiliki momen berharga bersama orang yang dicintai, dengan menyatakan, "Yang kunanti, saat memegang tangannya." Ini mengisyaratkan harapan akan kedekatan dan keintiman yang lebih dalam. Rasa rindu yang dituangkan merupakan refleksi dari keinginan hati untuk menjalin hubungan yang lebih dari sekadar khayalan.
Pentingnya Momen Bersama
Pada akhir lagu, penegasan "Sampai nanti, tetap memegang tangannya" menonjolkan komitmen untuk menjaga kenangan dan perasaan itu seiring waktu berlalu. Ini menunjukkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang momen saat ini, tetapi bagaimana perasaan itu dipelihara dan diingat dalam setiap langkah yang diambil selanjutnya. Hal ini juga mengungkapkan harapan bahwa cinta akan tetap ada dan menjadi bagian abadi dari perjalanan hidup mereka.
Kesimpulan
Lagu "Khayalan Tingkat Tinggi" dari Noah bukan hanya sekadar lagu cinta biasa. Dengan lirik yang penuh emosi dan visual yang kuat, lagu ini menyiratkan sebuah perjalanan dalam mencari, mengejar, dan menjaga cinta. Melalui tatapan, khayalan, dan suasana yang diciptakan, Noah berhasil membuat pendengar merasakan kedalaman cinta dan kerinduan yang universal. Karya ini mengajak kita untuk merenungi arti sesungguhnya dari sebuah hubungan, di mana setiap detil kecil bisa menjadi bagian penting dari sebuah kisah yang indah.










































