Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 32 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 32 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 519 •  Quarter Hizb 52.75 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِكُلِّ اَوَّابٍ حَفِيْظٍۚ

Hāżā mā tū‘adūna likulli awwābin ḥafīẓ(in).

(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang bertobat lagi patuh.

Makna Surat Qaf Ayat 32
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

“Inilah nikmat, yakni surga dan segala kenikmatannya yang dijanjikan kepadamu, yaitu kepada setiap hamba yang senantiasa bertobat kepada Allah dan memelihara semua peraturan-peraturan-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan ketika orang-orang bertakwa berada di depan surga, malaikat berkata kepada mereka: bahwa yang di depan mereka adalah kenikmatan yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka dengan perantaraan para rasul-Nya dan tertulis dalam kitab-kitab-Nya yaitu kepada setiap hamba Allah yang selalu kembali dengan bertobat kepada Allah. Mereka selalu memohon ampunan atas dosa-dosanya dan mereka selalu berusaha untuk memelihara semua peraturan-peraturan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Wa Uzlifat وَأُزْلِفَتْ (Qāf/50: 31)

Kata uzlifat adalah fi‘il māḍī (kata kerja lampau) yang mengikuti pola majhūl (pasif). Pola aktifnya adalah azlafa-yuzlifu. Kata azlafa terbentuk dari kata zalafa yang berarti maju dan mendekat. Lalu kata ini ditambah hamzah qaṭ‘i di awal menjadi azlafa. Penambahan ini mengubahnya dari intransitif menjadi transitif (membutuhkan objek), dan artinya adalah mendekatkan. Darinya diambil kata zulfah yang berarti kedudukan. Darinya diambil kata zulafan yang berarti bagian permulaan, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam.” (Hūd/11: 114) Maksud kata uzlifat di sini adalah didekatkan.

2. Bi-qalbin Munībin بِقَلْبٍ مُنِيْبٍ (Qāf/50: 33)

Kata qalb berarti hati, sedangkan kata munīb adalah isim fā‘il dari kata anāba-yunību-inābatan. Kata dasarnya adalah nāba-yanūbu-nauban yang memiliki beberapa akar makna, yaitu turun atau terjadi, kembali, dan menggantikan. Kata naibah berarti berbagai kebutuhan dan kejadian yang terjadi pada manusia. Hujan yang lebat disebut al-munīb. Lebah juga disebut an-nūbu karena ia selalu kembali ke sarangnya. Kalimat nābanī fulān berarti fulan menggantikan kedudukanku. Dan yang menjadi akar makna dari kata munīb di sini adalah kembali. Di dalam Al-Qur’an kata anāba dengan berbagai bentuk derivasinya disebut sebanyak delapan belas kali, dan keseluruhannya bermakna ‘kembali kepada Allah dengan bertobat’.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto