Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 27 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 27 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 431 •  Quarter Hizb 44 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

قُلْ اَرُوْنِيَ الَّذِيْنَ اَلْحَقْتُمْ بِهٖ شُرَكَاۤءَ كَلَّا ۗبَلْ هُوَ اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Qul arūniyal-lażīna alḥaqtum bihī syurakā'a kallā, bal huwallāhul-‘azīzul-ḥakīm(u).

Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku (sesembahan) yang kamu sertakan dengan-Nya sebagai sekutu-sekutu. Tidaklah (sama). Akan tetapi, Dialah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Makna Surat Saba' Ayat 27
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia, yakni kamu anggap sebagai Tuhan dan kamu jadikan sebagai sekutu-sekutu-Nya. Apa yang bisa mereka perbuat? Tidak ada! Tidak mungkin Allah dipersekutukan dengan apa pun! Sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah lalu memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya menanyakan kepada orang-orang musyrik itu, siapakah dan apakah sebenarnya berhala-berhala yang mereka persekutukan dengan Allah. Mereka diminta untuk menerangkan kepadanya siapa berhala-berhala itu, bagaimana sifat-sifatnya, nilai dan mutunya, serta kedudukannya. Mengapa mereka dijadikan sembahan, apakah memang dia berhak disembah?

Pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan kepada mereka itu sebagai tantangan dan pernyataan bahwa mereka tidak mempergunakan akal mereka karena menyembah sesuatu yang tidak ada nilainya, benda mati yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri. Sekali-kali tidak mungkin dan tidak masuk akal mempersekutukan benda mati dengan Allah Yang Mahaperkasa dan Maha Mengetahui.

Isi Kandungan Kosakata

Alḥaqtum أَلْحَقْتُمْ (Saba’/34: 27)

Kata alḥaqtum berasal dari kata laḥiqa yalḥaqu luḥūq. Kata yang terdiri dari huruf lam, ḥa, dan qaf memiliki arti menemukan dan mendapatkannya. Dari sini kemudian lahir makna menyusul dan mengikuti seperti doa ketika ziarah kubur, “Wa innā insyā Allah bikum lāḥiqūn”. Laḥaq juga berarti lampiran yang menyertai sebuah buku yang selesai ditulis. Laḥaq juga diartikan dengan sesuatu yang mengikuti baik pada binatang atau tumbuh-tumbuhan. Laḥaq dalam pohon diartikan dengan munculnya buah untuk kedua kalinya. Laḥiqa berarti bernisbat kepada, atau menimpanya dan mengikutinya. Inna ‘ażābaka bilkuffāri mulḥiq (sesungguhnya azab-Mu akan menimpa orang-orang kafir).

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang perintah-Nya kepada Nabi Muhammad agar menanyakan kepada kaum kafir untuk menjelaskan Tuhan yang mereka sembah. Tuhan yang mereka anggap sama atau mempunyai hubungan dengan Allah dan menjadikannya sebagai sekutu Allah. Pertanyaan yang diajukan meliputi siapa sebenarnya yang memberikan rezeki di langit dan di bumi, mereka pasti akan menjawab Allah-lah Sang Pemberi rezeki semua yang berada di langit dan di bumi. Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk meminta mereka memperlihatkan kepadanya sembahan-sembahan yang dihubungkan dengan Allah sebagai sekutu-Nya. Maka sekali-kali tidak mungkin, sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto