هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ
Hāżā mā tū‘adūna liyaumil-ḥisāb(i).
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari Perhitungan.
Inilah apa yang dijanjikan Allah kepadamu pada hari perhitungan, hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur lalu diarak ke padang mahsyar dan diadili di hadapan Allah.
Allah menegaskan bahwa segala macam kenikmatan yang terdapat di surga itulah yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa, yang pasti datang setelah manusia seluruhnya dibangkitkan kembali dari kubur, dan diadili di Padang Mahsyar. Allah menegaskan bahwa nikmat yang ada di surga itu bukan sembarang kenikmatan, tetapi nikmat yang abadi.
Qāṣirāt aṭ-Ṭarf قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ (Ṣād/38: 52)
Term qāṣirāt aṭ-ṭarf terdiri dari dua kata, yaitu qāṣirāt dan ṭarf. Yang pertama merupakan bentuk jamak dari qāṣirah yang menunjuk bentuk feminin. Kata ini berasal dari kata kerja qaṣara-yaqṣuru yang memiliki arti bermacam-macam tergantung konteks kalimatnya. Di antara maknanya adalah kurang, murah, diam, membuat pendek, terhenti, terbatas, dan lain sebagainya. Dengan demikian, qāṣirah dapat diartikan sebagai yang terbatas.
Sedang yang kedua (aṭ-ṭarf) dari kata kerja ṭarafa-yaṭrifu yang artinya menyolok (mata). Namun aṭ-ṭarf dalam ayat ini artinya adalah mata, dan yang dimaksud pandangan. Dengan demikian, qāṣirāt aṭ-ṭarf adalah mereka (yaitu perempuan-perempuan surga) yang memiliki pandangan terbatas, yaitu hanya pada pasangan-pasangannya saja, dan tidak memandang kepada yang lain.














































