Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 130 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 130 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 321 •  Quarter Hizb 32.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى

Faṣbir ‘alā mā yaqūlūna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulū‘isy-syamsi wa qabla gurūbihā, wa min ānā'il-laili fa sabbiḥ wa aṭrāfan-nahāri la‘allaka tarḍā.

Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.

Makna Surat Taha Ayat 130
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Muhammad, bila orang kafir terus menentang dakwahmu maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan. Untuk meneguhkan pendirianmu, berdoalah kepada Allah dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu. Lakukan itu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dengan salat lail, dan pada waktu-waktu di siang hari. Yang demikian itu supaya kamu merasa senang dan hatimu tenteram.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar dia tetap bersabar menghadapi tindakan-tindakan kaumnya yang kafir itu serta cemoohan dan penghinaan mereka terhadapnya seperti menuduhnya sebagai tukang sihir, orang gila, penyair dan sebagainya. Di samping itu hendaklah dia senantiasa mengingat dan mensucikan Tuhan dengan bertasbih dan salat sebelum terbit matahari, sebelum terbenam matahari dan di tengah malam. Memang dengan mengingat Allah dan dengan salat seseorang dapat membebaskan dirinya dari kekalutan pikiran, kesedihan dan kebimbangan. Nabi Muhammad sendiri pernah berkata tentang faedah salat untuk menenteramkan hatinya.

وَجُعِلَت ْ قُرَّةُ عَيْنِى فِى الصَّلاَةِ (رواه احمد والنسائي عن المغيرة )

Dan dijadikan ketenangan hatiku ketika salat. (Riwayat Aḥmad dan an-Nasā’i dari al-Mugīrah)

Pada ayat lain Allah memerintahkan untuk menanggulangi suatu masalah yang pelik hendaknya kita bersikap sabar dan mendirikan salat.

وَاسْتَعِي ْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ ٤٥

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (al- Baqarah/2: 45)

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Rasulullah saw bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هٰذَا الْقَمَرَ لاَتُضَامُّوْن َ فِى رُؤْيَتِهِ فَاِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَلاَّ تُغْلَبُوْا عَنْ صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا فَافْعَلُوْا (رواه البخاري ومسلم)

Bersabdalah Rasulullah saw: “Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan ini, kamu tidak dihalang-halangi waktu melihat-Nya. Jika kamu sanggup berusaha agar kamu jangan ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Kemudian Nabi membaca ayat 130 ini.

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى وَاَسُدَّ فَقْرَكَ وَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ مَلَأْتُ صَدْرَكَ شُغْلًا وَلمْ اَسُدَّ فَقْرَكَ. (رواه احمد والترمذى)

Diriwayat kan dari Abu Hurairah. Bersabda Nabi Muhammad saw, “Allah berfirman, Hai anak Adam gunakanlah waktumu untuk beribadah kepadaKu, maka Aku akan mengisi dadamu dengan kekayaan (batin) dan menghapus kefakiranmu. Tetapi bila kamu tidak mau mengerjakannya maka Aku akan mengisi dadamu dengan kesibukan dan tidak akan menutupi kefakiranmu.” (Riwayat Aḥmad dan at-Tirmiżi)

Kemudian Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad saw bila engkau telah mengerjakan apa yang telah Aku perintahkan kepadamu yaitu salat sebelum matahari terbit, sebelum terbenamnya, dan di tengah-tengah malam, niscaya jiwamu akan damai dan tenteram, dan engkau akan rida terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepadamu sebagaimana tersebut dalam ayat:

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ٥

Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. (aḍ-Ḍuḥā/93: 5)

Mengenai rida dan kepuasan batin ini, sebuah hadis sahih mengungkapkan sebagai berikut:

أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعَالَى: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُوْنَ : لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ، فَيَقُوْلُ هَلْ رَضِيْتُمْ فَيَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا وَمَا لَنَا لاَنَرْضٰى وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَالمَ ْتُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَيَقُوْلُ اِنِّيْ اُعْطِيْكُمْ اَفْضَلَ مِنْ ذٰلِكَ فَيَقُوْلُوْنَ وَاَيُّ شَيْءٍ اَفْضَلُ مِنْ ذٰلِكَ، فَيَقُوْلُ اُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِى فَلاَ اَسْخَطَ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا (رواه البخاري ومسلم عن أبى هريرة)

Rasulullah saw bersabda, “Allah berkata kepada penghuni surga, Hai para penghuni surga. Mereka menjawab, Kami siap mendengarkan firman Engkau Ya Tuhan kami, selamat dan bahagia atas Engkau, lalu Allah berfirman apakah kamu telah rida dan puas? Mereka menjawab: Bagaimana kami tidak akan rida dan puas Engkau telah menganugerahkan kepada kami nikmat-nikmat yang tidak Engkau berikan kepada selain kami di antara makhluk-makhluk Engkau. Maka Allah berfirman, Aku akan menganugerahkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu. Mereka bertanya: Apakah itu ya Tuhan kami, yang lebih baik dari anugerah yang telah kami terima? Allah berfirman, Allah berfirman, Aku akan memberikan kepada kamu keridaanKu, maka Aku tidak akan marah kepadamu setelah itu untuk selama-lamanya.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairah)

Demikianlah halnya bila seseorang yang telah mencapai rida Allah berkat ketaatan dan kepatuhannya, terhadap Tuhannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Lizāmā لِزَامًا (Ṭāhā/20: 129)

Lizām akar katanya adalah lazama yang berarti “menempati dalam waktu lama” artinya “memastikan” “memaksakan”. Dalam Hūd/11:28 Nabi Nuh berkata kepada kaumnya yang kafir, “Apakah kami akan memaksakan kalian padanya padahal kalian tidak mau? Maksudnya adalah bahwa Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya yang beriman tidak akan memaksa mereka yang tidak beriman bila mereka tidak mau. Persoalannya ia serahkan kepada Allah. Allahlah yang akan memutuskan kekafiran mereka itu.

Lizāmā mengandung arti “mutlak,” “pasti “. Dalam Ṭāhā/20:129 Allah menegaskan bahwa seandainya bukanlah karena Allah sudah memberikan ketetapan sebelumnya dan waktu yang sudah digariskan-Nya pula bahwa Ia tidak akan menjatuhkan azab-Nya sebelum waktunya itu, maka orang-orang kafir itu sudah dimusnahkan-Nya, sebagaimana Ia sudah memusnahkan umat-umat terdahulu. Tetapi Allah tidak mau memusnahkan mereka sekarang ini di dunia ini. Oleh karena itu Nabi Muhammad s.a.w. harus bersabar menghadapi pembangkangan mereka. Di akhirat nanti barulah pembangkangan itu lizāmā, yaitu pasti menemukan pembalasannya.

2. Lā tamuddanna ‘ainaika لاَتَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ (Ṭāhā/20: 131)

Kata pertama dalam klausa ini adalah lā tamuddanna, terambil dari kata madda artinya “memanjangkan”, “menjulurkan”, “memberi”, dan kata kedua, ‘ainaika artinya “kedua matamu” (Ṭāhā/20: 131). Maksudnya: Nabi Muhammad diminta Allah agar tidak memanjangkan kedua matanya, yaitu memberikan perhatiannya yang seksama, kepada kekayaan yang berlimpah yang dimiliki penentang-penentang agama Allah. Itu hanyalah harta benda duniawi, dan diberikan sebagai ujian bagi mereka. Sedangkan balasan yang akan diberikan Allah kepada Nabi Muhammad, dan mereka yang beriman, akan jauh lebih baik dan abadi. Ayat ini diriwayatkan turun berkenaan peristiwa Nabi s.a.w meminjam sedikit pangan dari seorang Yahudi, tetapi orang itu tidak mau meminjamkannya kalau tidak ada jaminan/agunannya. Kata madda itu bisa digunakan pada umumnya untuk arti positif, seperti ayat, “Kami beri mereka buah-buahan dan daging yang mereka sukai,” aṭ-Ṭūr/52:22. Dan ada pula yang digunakan untuk makna negatif, seperti, “Kami beri mereka azab dengan sebenar-benar memberi,” (Maryam/19:79).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto