Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 99 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 99 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 319 •  Quarter Hizb 32.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

كَذٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ مَا قَدْ سَبَقَۚ وَقَدْ اٰتَيْنٰكَ مِنْ لَّدُنَّا ذِكْرًا ۚ

Każālika naquṣṣu ‘alaika min ambā'i mā sabaq(a), wa qad ātaināka mil ladunnā żikrā(n).

Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagian kisah umat yang terdahulu dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepadamu suatu peringatan (Al-Qur’an) dari sisi Kami.

Makna Surat Taha Ayat 99
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Muhammad, demikianlah Kami kisahkan kepadamu sebagian kisah umat yang telah lalu agar menjadi ibrah dan pelajaran bagi umatmu. Dan selain itu, sesungguhnya telah Kami berikan pula kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan, yaitu Al-Qur’an, sebagai tuntunan dan petunjuk menuju kesejahteraan hidup mereka di dunia dan akhirat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa kisah-kisah yang diberitakan pada ayat-ayat yang lalu seperti kisah Musa bersama Fir‘aun dan Samiri itu, demikian pula kisah nabi-nabi sebelumnya patut menjadi contoh teladan baginya dalam menghadapi kaumnya yang sangat ingkar dan durhaka. Karena memang demikianlah keadaan setiap rasul walaupun telah diturunkan kepadanya kitab-kitab dan mukjizat-mukjizat untuk menyatakan kebenaran dakwahnya namun kaumnya tetap juga ingkar dan berusaha sekuat tenaga menentang seruannya dan tetap memusuhi bahkan ingin membunuhnya untuk melenyapkannya sehingga tidak terdengar lagi suara kebenaran yang disampaikannya.

Sebagaimana Allah telah menurunkan Kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s. Taurat kepada Nabi Musa a.s. dan Injil kepada Nabi Isa a.s., Allah telah menurunkan Al-Qur’an kepada Muhammad, Kitab yang patut mereka terima dengan baik karena ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya adalah untuk kemaslahatan dan kebahagian mereka di dunia dan di akhirat. Al-Qur’an adalah Kitab suci yang lengkap mengandung berbagai pedoman tentang hukum-hukum, pergaulan, ekonomi, akhlak dan sebagainya. Selain itu Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar bagi Nabi. Tiada seorang pun sanggup menandingi keindahan bahasanya dan ketinggian sastranya. Oleh sebab itu hendaklah Nabi bersabar dan jangan sekali-kali berputus asa atau bersedih hati, tetap berjuang sampai tercapai kemenangan dan semua kebatilan lenyap dari muka bumi, tidak ada yang patut disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, dan Mahakuasa.

Isi Kandungan Kosakata

1. Zurqa زُرْقاً (Ṭāhā/20:102)

Zurq secara harfiyah berarti “berwarna biru”. Yang dimaksudkan adalah bahwa mata orang-orang yang bergelimang dosa ketika digiring ke depan pengadilan Allah nanti di hari kiamat akan membiru akibat dahaga yang amat sangat. Mata itu tidak lagi bercahaya, bahkan buta, karena hebatnya penderitaan.

2. Yatakhāfatūn يَتَخَافَتُوْن َ (Ṭāhā/20:103)

Yatakhāf atūn dari akar kata khafata artinya “berbisik-bisik”. Dalam Surah Ṭāhā/20:103, maksud kata itu adalah bahwa orang-orang yang bergelimang dosa pada saat pengadilan Allah nanti di padang mahsyar akan berbisik-bisik sesama mereka, bahwa mereka pernah hidup di dunia hanya selama sepuluh hari. Hal itu karena dahsyatnya hari kemudian itu sehingga mereka lupa masa sebenarnya mereka dulu di dunia. Mereka sesungguhnya cukup lama hidup di dunia. Waktu itu sesungguhnya cukup untuk menyiapkan diri bagi kehidupan di akhirat itu. Tetapi mereka lalai. Karena itulah dengan perasaan singkatnya hidup di dunia, mereka ingin kembali ke dunia untuk bisa mengerjakan amal kebajikan. Tetapi hal itu tidak mungkin lagi. Allah menegaskan bahwa walaupun mereka berbisik-bisik, Ia tahu apa yang mereka perbisikkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto