
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Saat dunia berhenti berputar
Saat manusia tak sanggup lagi berharap
Ketika mentari tak sanggup lagi berjanji
Menyinari dunia yang telah kau singgahi
Makna lirik lagu ini menggambarkan momen-momen penuh keputusasaan dan kehampaan saat kehid... tampilkan semua
Mampukah kau untuk berbagi
Tanpa hasrat ingin diberi?
Di hadapan-Nya
Di hadapan-Mu, Ya Allah
Makna lirik lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan nilai dari berbagi dan memberi t... tampilkan semua
Sesungguhnya manusia takkan bisa
Menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Makna lirik lagu ini menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalani hidup, di mana kebah... tampilkan semua
Sesungguhnya manusia takkan bisa
Menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya
Makna lirik lagu ini menggambarkan bahwa untuk merasakan dan menghargai nikmat yang diberi... tampilkan semua
Sesungguhnya manusia takkan bisa
Menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya
Wo-wo-wo
Makna lirik lagu ini menggambarkan bahwa kedalaman rasa syukur dan menikmati anugerah dari... tampilkan semua
Lagu "Sesungguhnya" yang dipopulerkan oleh grup musik Ungu, menjadi salah satu lagu yang banyak menyentuh hati pendengarnya. Dengan lirik yang mendalam dan penuh makna, lagu ini mengajak kita untuk merenungkan pengalaman hidup serta hubungan kita dengan pencipta. Dalam artikel ini, kita akan membahas makna dan arti dari lirik lagu ini secara mendetail.
Konsep Dunia yang Berhenti
Pembuka lagu langsung mengajak kita untuk membayangkan sebuah situasi di mana dunia berhenti berputar, dan manusia tidak lagi mampu berharap. Frasa ini mencerminkan keputus-asaan yang mungkin dialami seseorang ketika menghadapi tantangan hidup yang luar biasa. Saat harapan tampak sirna, saat itulah kita sering dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang eksistensi dan tujuan hidup.
Janji yang Tak Bisa Dipenuhi
Ketika dalam lirik disebutkan tentang mentari yang tak sanggup lagi berjanji untuk menyinari dunia, hal ini menggambarkan kondisi dimana segala yang kita harapkan tak selalu terwujud. Mentari dapat diibaratkan sebagai simbol harapan, dan ketika harapan itu hilang, gelapnya dunia seakan menggambarkan kehilangan semangat hidup.
Berbagi Tanpa Keinginan Mendapat Balasan
Bagian penting dalam lagu ini adalah pertanyaan retoris: "Mampukah kau untuk berbagi tanpa hasrat ingin diberi?" Pertanyaan ini menantang pendengar untuk merenungkan sifat ikhlas dalam berbagi. Tindakan berbagi yang tulus tanpa pamrih adalah salah satu nilai luhur yang ditekankan dalam banyak ajaran spiritual. Lagu ini mengajak kita untuk melepaskan ketergantungan pada apresiasi dari orang lain dan fokus pada kualitas hati kita sendiri.
Hubungan Manusia dengan Tuhan
Di beberapa bait, terlihat penekanan pada ketuhanan dengan frasa "Di hadapan-Nya" dan "Di hadapan-Mu, Ya Allah". Ini menunjukkan bahwa hubungan spiritual dengan Tuhan adalah kunci penting dalam kehidupan. Manusia, dalam kerentanan dan ketidakpastian, hanya dapat menemukan ketenangan melalui pengakuan akan kekuatan yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.
Ikhlas dan Tulus sebagai Kunci adalah Lebih Dari Hanya Kata
- Ikhlas di hati menjadi tema yang berulang dalam lirik, mempertegas bahwa menikmati surga tidak hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga tentang bagaimana kita melakukannya. Manusia harus memiliki niat yang tulus agar dapat merasakan kebahagiaan sejati.
- Tulus di hati mengindikasikan bahwa untuk bisa mendapatkan nikmat-Nya, seseorang perlu berupaya memurnikan niat dan tindakan. Hal ini mengarah pada pemahaman bahwa banyak dari kita mungkin terjebak dalam tindakan baik tetapi dengan motivasi yang keliru.
Kesimpulan
Lagu "Sesungguhnya" dari Ungu menyampaikan pesan yang dalam dan mengajak pendengar untuk merenungkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari harapan, keikhlasan, hingga hubungan dengan Tuhan. Dengan lirik yang penuh makna, lagu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga merupakan refleksi tentang bagaimana kita seharusnya menjalani hidup dengan hati yang terbuka dan ikhlas. Melalui lagu ini, Ungu berhasil menyentuh jiwa banyak orang dengan pesan sederhana tetapi bernilai tinggi tentang keikhlasan dan kebaikan.










































