Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 48 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 48 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 443 •  Quarter Hizb 45 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Wa yaqūlūna matā hāżal-wa‘du in kuntum ṣādiqīn(a).

Mereka berkata, “Kapankah janji (hari Kebangkitan) ini (terjadi) jika kamu orang-orang benar?”

Makna Surat Yasin Ayat 48
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Tidak hanya mengingkari utusan Allah, orang-orang kafir itu juga mengingkari hari kebangkitan. Dan apabila dikatakan bahwa mereka kelak akan dibangkitkan dari kubur, mereka itu pun berkata dengan nada mengejek, “Kapan janji hari kebangkitan itu terjadi jika kamu orang yang benar dalam perkataanmu tentangnya?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sisi lain dari sifat-sifat jelek kaum yang ingkar itu adalah ketidakpercayaan mereka tentang akan adanya hari Kebangkitan sesudah mati. Apabila disampaikan bahwa mereka kelak akan dibangkitkan kembali sesudah mati, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka selama di dunia ini, maka mereka menjawab dengan sikap mengejek, “Bilakah janji itu akan terlaksana?” Demikian keadaan kaum yang ingkar, hati mereka tidak lagi terbuka untuk menerima kebenaran. Penyesalan mereka barulah akan timbul setelah mereka menghadapi kenyataan tentang apa yang dulunya mereka ingkari.

Isi Kandungan Kosakata

Marqadinā مَرْقَدِنَا (Yāsīn/36: 52)

Marqadinā artinya tempat tidur kami. Berasal dari fi‘il raqada-yarqudu-ruqūdan artinya tidur atau berbaring. Marqad adalah isim makan (kata benda yang menunjukkan tempat terjadi atau berlakunya perbuatan tersebut), kemudian diberi ḍamīr (kata ganti) orang pertama jamak yang menunjukkan kepunyaan, menjadi marqadinā artinya tempat tidur atau tempat berbaring kami. Al-Qur’an menggunakan kata ini untuk ungkapan kehidupan alam kubur dalam rangka menjelaskan bahwa kehidupan di alam kubur laksana tidur, begitu cepat hal itu berlalu. Pada ayat 52 digambarkan sikap terkejut orang-orang kafir yang tidak percaya pada hari akhir dan hari kebangkitan, yaitu ketika ditiup sangkakala kedua yang membangunkan semua manusia dari kubur masing-masing, maka orang-orang kafir dengan sangat terkejut dan masih tidak percaya berkata, “Aduh celaka kami, siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami? Padahal sebetulnya peristiwa inilah yang dijanjikan Allah yang Maha Pengasih sebagaimana telah diberitakan oleh para rasul, dan benarlah para rasul yang telah diutus Allah itu, tetapi dulu mereka tidak mau percaya. Kini mereka baru sadar tetapi sudah terlambat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto