Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 102 - Surat Yūnus (Yunus)
يونس
Ayat 102 / 109 •  Surat 10 / 114 •  Halaman 220 •  Quarter Hizb 22.75 •  Juz 11 •  Manzil 3 • Makkiyah

فَهَلْ يَنْتَظِرُوْنَ اِلَّا مِثْلَ اَيَّامِ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِهِمْۗ قُلْ فَانْتَظِرُوْٓا اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ

Fahal yantaẓirūna illā miṡla ayyāmil-lażīna khalau min qablihim, qul fantaẓirū innī ma‘akum minal-muntaẓirīn(a).

Mereka tidak menunggu kecuali seperti hari-hari (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Maka, tunggulah (siksaan Allah)! Sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersamamu.”

Makna Surat Yunus Ayat 102
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kalau keberadaan tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi serta diutusnya para rasul tidak juga menjadikan mereka beriman, maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali kejadian-kejadian yang sama dengan kejadian-kejadian masa lalu, yakni azab yang menimpa orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad “Maka tunggulah kedatangan azab itu, sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu untuk menyaksikan ketetapan Allah itu menimpa kamu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian, dalam ayat-ayat ini, Allah memberi peringatan dan ancaman kepada kaum musyrikin Arab bahwa hukuman akan segera menimpa mereka seperti yang dialami umat sebelum mereka yang juga mendustakan rasul-rasul dan ingkar kepada mereka. Apakah orang musyrikin tersebut menolak kerasulan Muhammad saw, karena mereka ingin lebih dahulu menunggu siksaan Allah itu? Allah menyeru Nabi Muhammad saw, untuk menyatakan kepada mereka supaya menunggu azab itu. Kemurkaan Allah tentu akan datang kepada mereka bilamana mereka terus-menerus mendustakan dan mengingkari kerasulan Muhammad saw. Rasul saw beserta orang-orang beriman akan menunggu pula kehancuran mereka itu. Sesuai dengan janji Allah dan Sunnah-Nya, bahwa orang-orang kafir itu pasti akan binasa.

Isi Kandungan Kosakata

Intaẓirū اِنْتَظِرُوْا (Yūnus/10: 102)

Kata dasarnya adalah naẓara yaitu melihat dengan mata kepala atau mata hati”. Intaẓara berarti “melihat-lihat” perkembangan, yaitu “menunggu”, “Tunggulah oleh kalian, saya pun menunggu.” Firman Allah dalam Yūnus/10: 102, memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikannya kepada umatnya yang ingkar, pada hal petunjuk-petunjuk tentang adanya Allah terdapat di langit dan di bumi ini. Mereka dipersilahkan menunggu, tetapi yang mereka tunggu hanyalah apa yang telah menimpa umat-umat terdahulu, yaitu kehancuran dan azab. Dan Nabi pun menunggu, yang ditunggunya adalah imbalan dari Allah yaitu surga.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto