Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 32 - Surat Yūnus (Yunus)
يونس
Ayat 32 / 109 •  Surat 10 / 114 •  Halaman 212 •  Quarter Hizb 22 •  Juz 11 •  Manzil 3 • Makkiyah

فَذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّۚ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ اِلَّا الضَّلٰلُ ۖفَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ

Fa żālikumullāhu rabbukumul-ḥaqq(u), fa māżā ba‘dal-ḥaqqi illaḍ-ḍalāl(u), fa annā tuṣrafūn(a).

Maka, itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya. Tidak ada setelah kebenaran itu kecuali kesesatan. Maka, bagaimana kamu dipalingkan (dari kebenaran)?

Makna Surat Yunus Ayat 32
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Zat yang Maha Pemberi rezeki, Pencipta pendengaran dan penglihatan, yang kuasa menghidupkan dan mematikan, dan Maha Pengatur alam raya, maka itulah Allah, Dialah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan, yakni siapa pun yang tidak berkenan mengikuti kebenaran, maka yang ada tinggal kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling dari kebenaran?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian ayat ini mengisyaratkan kepada orang-orang musyrikin Mekah bahwa Zat yang mempunyai sifat-sifat yang telah disebutkan terdahulu ialah Allah Yang memelihara mereka, Dialah Tuhan Yang Hak, Yang Hidup dan menghidupkan. Dan Dialah Yang berhak untuk disembah. Dan Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyatakan kepada mereka bahwa tidak ada Tuhan yang mengurus segala urusan di dunia ini selain Allah.

Allah menyalahkan perbuatan mereka dan meminta pertanggungjawaban mengapa mereka menyeleweng dari agama yang benar yaitu agama tauhid kepada sesuatu yang batil, seolah-olah mereka itu lari dari petunjuk Allah dan mencari jalan yang sesat, padahal mereka mengetahui bukti-bukti kebenaran adanya Allah Tuhan Yang sebenarnya. Apabila mereka telah mengetahui bukti-bukti adanya Allah Pencipta alam maka seharusnya mereka tidak mau menyembah tuhan-tuhan yang lain. Sebab apabila terjadi demikian, berarti pengakuan mereka berbeda dengan perbuatan, dan apa yang terbetik dalam hati mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

Bagi siapa yang bersikap menghambakan dirinya kepada Allah berarti mereka telah menempuh jalan yang benar dan mendapat petunjuk-Nya, karena mereka menyembah Tuhan yang benar. Tetapi orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah, mereka itulah orang-orang yang sesat, karena mereka menyembah tuhan yang tidak berhak disembah yang mereka anggap sebagai perantara. Setiap orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah adalah orang-orang musyrik dan bergelimang dalam kebatilan serta terjerumus dalam lembah kesesatan.

Isi Kandungan Kosakata

Yahiddī يَهِدِّي (Yūnus/10: 35)

Yahiddī adalah kata kerja muḍari’, masdarnya al-hudā dan al-hidāyah. Maknanya berkisar pada dua hal yaitu 1) tampil ke depan memberi petunjuk, 2) menyampaikan dengan lemah lembut. Dari sini muncul kata hadiah yang merupakan penyampaian sesuatu dengan lemah lembut guna memperoleh atau menunjukkan simpati. Kata hudan dan hidāyah sebenarnya sama dari sisi kebahasaan, namun hudan adalah petunjuk yang datang khusus dari Allah swt sebagaimana firman-Nya dalam Surah al-Baqarah/2: 2. Sedangkan al-hidāyah adalah petunjuk yang diperoleh karena diupayakan. Hidayah bisa bersifat keduniaan seperti firman Allah: هُوَالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ النُّجُوْمَ لِتَهْتَدُوْا dan juga bisa bersifat keakhiratan seperti firman Allah: فَإِنْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا Kata yahiddī terulang sebanyak 51 kali dalam Al-Qur’an.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto