فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى السَّمَاۤءُ بِدُخَانٍ مُّبِيْنٍ
Fartaqib yauma ta'tis-samā'u bidukhānim mubīn(in).
Maka, nantikanlah hari (ketika) langit mendatangkan kabut asap yang tampak jelas683)
Maka oleh sebab itu, tunggulah wahai Nabi Muhammad, atau siapa pun, hari ketika langit membawa kabut, yaitu debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan yang berkepanjangan yang tampak jelas bagi mereka,
Pada ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw agar bersabar menanti orang-orang kafir Mekah itu ditimpa kelaparan. Pada saat itu pula mereka bila memandang ke atas, akan melihat di langit kabut tebal memenuhi angkasa.
Menurut kajian ilmiah mengenai peristiwa adanya dukhān (kabut), nampaknya pada hari Kiamat nanti akan diawali dengan adanya benturan dahsyat antara bumi dengan benda-benda langit (planet atau asteroida lainnya). Benturan ini diperkirakan akan menyebabkan berhamburannya material bumi maupun benda langit tadi dalam jumlah yang sangat-sangat besar. Material tersebut berhamburan ke angkasa seperti awan debu (ad-dukhān) dalam jumlah yang sangat besar. Awan debu inilah yang kemungkinan akan meyelimuti atmosfer bumi sehingga sinar matahari tidak lagi menembus bumi, suhu akan turun drastis, akan terjadi kematian semua makhluk hidup. Para ahli palaentologi (ahli masalah-masalah kepurbaan), termasuk para ahli paleogeologi (geologi-purba) maupun paleobiologi (biologi purba), mengemukakan teori punahnya spesies dinosaurus 66,4 juta tahun yang lalu, dengan mengemukakan suatu hipotesis yang dikenal dengan nama Asteroid Theory (Teori Asteroida). Teori ini muncul setelah Walter Alvarez menemukan adanya konsentrasi iridium yang sangat tinggi dan tidak biasa (anomaly high concentration of iridium) pada rangkaian stratigrafik masa Cretaceous-Tertiary di Gubbio, Italia. Konsentrasi iridium yang tidak normal ini, menimbulkan dugaan, bahwa iridium itu berasal dari benda-benda langit. Punahnya spesies dinosaurus menurut Asteroid Theory ini terjadi oleh adanya benturan bumi dengan asteroida, yang mengakibatkan munculnya awan debu luar biasa yang menyelimuti bumi, sehingga menghalangi sinar matahari masuk, menurunkan suhu dan mematikan spesies hayati purba. Teori ini didukung oleh tingginya kadar iridium di lokasi ditemukannya dinosaurus. Apakah ad-Dukhān pada ayat 10 ini juga disebabkan adanya benturan bumi dengan benda-benda langit, menjelang kiamat.
Dukhān دُخَانٌ (ad-Dukhān/44: 10)
Kata ini berasal dari kata dakhana yang artinya adalah mengeluarkan asap atau kabut. Bentuk jamaknya adalah adkhinah, dawākhin. Dakhanat an-nār artinya mengepulkan asap. Merokok disebut dengan tadkhīn karena dia mengeluarkan asap dari mulutnya. Dakhana asy-syai′ artinya sesuatu itu berwarna seperti asap. Dukhān juga berarti debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan yang berkepanjangan. Dakhn berarti sesuatu yang berwarna hitam dan gelap, lailat dakhnānah malam yang sangat panas dan pekat.
Pengertian ayat ini: Langit membawa kabut karena langit adalah sesuatu yang berada di atas kita dan menjadi tempat debu berkumpul. Rasulullah pernah mendoakan kaum musyrikin yang terus membangkang agar terjadi paceklik sebagaimana yang dialami kaum Nabi Yusuf. Karena kesulitan dan kelaparan yang mereka derita, sehingga langit nampak oleh kaum musyrikin bagaikan dipenuhi oleh asap atau kabut. Ulama lain berpendapat dukhān di sini adalah debu-debu yang berterbangan ke atas akibat banyaknya kuda-kuda yang berlari dalam Perang Badar. Menurut Sayyid Qutub kabut ini akan menutupi angkasa selama 40 hari. Masa paceklik seperti yang dikatakan pendapat pertama itu terjadi beberapa saat setelah Nabi Muhammad melakukan hijrah. Ketika hal itu terjadi kaum musyrikin mengutus Abu Sufyan kepada Nabi memohon agar bencana itu segera diangkat.









































